Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza resmi membuka pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2025 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/3).
Dalam sambutannya, Faisol mengatakan, industri furniture tanah air terus mencatat kinerja positif. Terutama, karena trend furniture ke depan yang ramah lingkungan terintegrasi dengan teknologi, desain yang multifungsi, modular dan customize.
Faisol menuturkan penggunaan teknologi 4.0 seperti AI juga mempermudah belanja furniture secara online. Lalu, pengguaan produksi teknologi 3D printing.
“Sudah membantu banyak untuk mendesain industri atau produk dari industri furniture maupun kerajinan ini,” kata Faisol.
Di samping itu, Faisol mengakui masih ada tantangan nyata bagi perkembangan industri furniture. Salah satu hambatannya logistik pengiriman ekspor akibat Geo politik. Selain itu, kebijakan kelestarian lingkungan juga menjadi tantangan lainnya.
“Karena keliatannya secara administrasi, koronasi di antara kementerian lembaga perlu diintensifkan,” tuturnya.
Adapun Kemenperin berkomitmen untuk melakukan kerja dan langkah-langkah strategis dalam mendukung Industri furniture.
Terutama memfasilitasi ketersediaan bahan baku, memfasilitasi ketersediaan sumber daya manusia di bawah kementerian perindustrian, ada poli teknik furniture dan pengolahan kayu di kendal dengan tiga program studi, teknik produksi furniture, design furniture, dan management business, industry furniture, serta memfasilitasi peningkatan pasar dan penguasaan resep referensi pasar.
“Memfasilitasi iklim usaha kondusif dan peningkatan investasi pada 2024, Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi enam perusahaan furniture yang berkolaborasi dalam program pengembangan konsep design industry furniture dalam pameran furniture internasional index plus di New Delhi, India. Keempat memfasilitasi peningkatan produktivitas, kapasitas, dan kualitas produk salah satunya lini teknologi. Kelima memfasilitasi iklim usaha kondusif dan peningkatan investasi.
Industri furniture dan kerajian memiliki pasar global menjanjikan yang nilainya Rp 800 miliar. Maka itu, kesempatan bagus pada industri furniture dan kerajinan tanah air agar bisa terus tumbuh.
Dalam hal ini, Faisol menyampaikan, pemerintah membantu mempermudah termasuk atau khususnya di regulasi.
“Keuangan pemerintah juga bukan tidak terbatas, tetapi kita tahu bahwa untuk tumbuhnya industri, dukungan regulasi akan sangat menentukan kekuatan dan pertumbuhan dari industri tersebut termasuk di dalamnya industri, furniture, kerajinan, maupun mebe,” kata Faisol.
Lebih lanjut, Faisol menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Ifex 2025.
“Terutama sekali apresiasi kepada Himki sebagai sebuah sosiasi industri, furniture dan kerajinan yang menauni banyak industri dan perusahaan-perusahaan yang sudah berjibaku,” ucapnya.
Faisol berharap, pelaku industri furniture terus berinovasi dalam mendesain furniture menggunakan bahan baku, bahan penolong yang ramah lingkungan, serta menerapkan teknologi yang lebih efisien, menerapkan konsep circular ekonomi.
“Sehingga dapat menghasilkan produk furniture yang inovatif, berbasis eco, design dan market tebal dengan upaya maksimal dari seluruh para pelaku industri, dukungan, stakeholder, sekait, pemerintah dan daya dukung lain,” ujarnya.
“Kita optimis, prodigitasi industri furniture akan dapat meningkatkan ekspor dan memonui kebutuhan pasar di luar dan di dalam negeri,” ucapnya.
Editor: Novita Intan
Foto: GPriority/Dimas A Putra
