Jakarta, GPriority.co.id – Mendiktisaintek Brian Yuliarto, melaporkan sebanyak 150.547 peserta di Indonesia, lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru 2025. Hal ini ia sampaikan pada konferensi pers Selasa (18/3) kemarin.
Jika dijabarkan, 150.547 peserta yang lulus terdiri dari jumlah lulus pada pilihan satu sebanyak 136.990 peserta dan pada pilihan dua sebanyak 13.557 peserta. Dalam kesempatan tersebut, Brian menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang lulus seleksi.
“Kepada peserta yang lulus kami ucapkan selamat, sedangkan yang belum berhasil masih banyak jalan dapat masuk ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Brian.
Adapun hasil SNPMB 2025 tersebut diputuskan berdasarkan hasil Rapat Seleksi dan Alokasi Penetapan Hasil Jalur SNPMB 2025 pada 14-15 Maret 2025 lalu. Pada tahun ini, SNPMB diikuti oleh sebanyak 146 PTN, terdiri atas 76 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Selain itu juga diikuti oleh PTN Akademik serta 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi. Total peserta SNPMB 2025 yaitu 776.515 siswa sekolah lanjutan tingkat atas, yang terdiri atas 494.593 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 179.513 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 101.434 siswa Madrasah Aliyah (MA), dan 975 siswa lainnya.
10 Prodi Terketat Pada SNPMB 2025
Sementara itu, dilansir dari ANTARA, ada 10 prodi yang dianggap paling ketat persaingannya pada SNPMB 2025. Diantaranya :
1. Farmasi – UPN Veteran Jakarta, dengan tingat keketatan 1,45 persen.
2. Teknik Pertambangan – Universitas Hasanuddin, dengan tingkat keketatan 1,45 persen.
3. Keperawatan – Universitas Mulawarman, dengan tingkat keketatan 1,45 persen.
4. Farmasi – Universitas Mataram, dengan tingkat keketatan 1,43 persen.
5. Keperawatan – Universitas Negeri Surabaya, dengan tingkat keketatan 1,41 persen.
6. PGSD – Universitas Sriwijaya, dengan tingkat keketatan 1,38 persen.
7. Ilmu Komunikasi – Universitas Pendidikan Indonesia, dengan tingkat keketatan 1,37 persen.
8. Keperawatan – Universitas Negeri Malang, dengan tingkat keketatan 1,25 persen.
9. Farmasi – Universitas Nusa Cendana, dengan tingkat keketatan 1,24 persen.
10. Ilmu Komunikasi – Universitas Negeri Jakarta, dengan tingkat keketatan 1,12 persen.
Editor: Novita Intan
Foto : YouTube/Mendiktisaintek RI
