Jakarta, GPriority.co.id – Ketika kita berkunjung ke mall terutama yang ada bioskopnya, tanpa kita sadari tempat menonton film tersebut selalu berada di lantai paling atas. Ternyata, penempatan tersebut merupakan sebuah strategi dari pihak pengelola mall.
Dirangkum dari berbagai sumber, ada 3 alasan mengapa bioskop selalu berada di lantai atas mall.
Pertama, bioskop membutuhkan ruang besar.
Menurut Anggota Dewan Arsitek Indonesia (DAI) Bambang Eryudhawan, bioskop membutuhkan ruangan besar tanpa kolom maupun tiang, dengan lebar sekitar 20-39 meter.
Bioskop juga membutuhkan area setara 2 lantai mall, karena membutuhkan tinggi ruangan yang bisa mencapai 50 meter. Jika bioskop berada di lantai bawah, tidak memungkinkan karena banyaknya tiang yang jaraknya berdekatan sekitar 8 meter.
Selain itu, susunan kursi bioskop juga didesain bertingkat ke belakang, dengan struktur kursi yang makin naik. Oleh karenanya, bioskop lantai mal dibangun di lantai paling atas agar pembangunannya lebih mudah.
Kedua, bioskop menjadi magnet bagi pengunjung bioskop.
Lantai paling atas mall dianggap sebagai area bernilai rendah karena sulit diakses dan kurang diminati pengunjung. Oleh karenanya, bioskop yang berada di lantai paling atas mall, dapat menjadi magnet.
Biasanya, pihak mall akan memanfaatkan lantai bawah untuk tenant premium. Misalnya seperti toko fashion ber-merk atau elektronik. Hal ini dapat mengoptimalkan pendapatan sewa.
Konsep semacam ini disebut foot traffic flow, yang artinya mengharuskan pengunjung untuk melewati banyak toko di mall sebelum ke bioskop.
Ketiga, menciptakan ekosistem konsumsi.
Sering ditempatkan berdekatan dengan food court, hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem konsumsi yang tentunya untuk menambah keuntungan bagi mall.
Pengunjung yang ingin menonton bioskop pasti akan makan, sebelum maupun sesudah menonton bioskop. Dalam hal ini, bioskop dan food court dapat saling mendukung.
Foto : Dok. Cinema XXI
