Lakukan Pekerjaan Unik, Pria Jepang Ini Raup Rp 1,3 Miliar Per Tahun!

Lakukan Pekerjaan Unik, Pria Jepang Ini Raup Rp 1,3 Miliar Per Tahun! Lakukan Pekerjaan Unik, Pria Jepang Ini Raup Rp 1,3 Miliar Per Tahun!

Jakarta, GPriority.co.id – Seorang pria Jepang bernama Shoji Morimoto, berhasil meraup pendapatan hingga Rp 1,3 miliar per tahun. Namun tak disangka, pendapatan fantastis tersebut ia dapatkan dengan melakukan pekerjaan unik.

Pria Jepang tersebut bekerja tanpa melakukan apapun untuk orang lain. Ide tersebut didapatkan Morimoto saat ia dipecat dari pekerjaan sebelumnya di tahun 2018.

Kala itu, Morimoto dinilai kurang memiliki inisiatif dan kontribusi untuk pekerjaan tempat ia bekerja. Usai mendapat kritik tersebut, Morimoto mencari cara untuk “tidak melakukan apa-apa”, namun tetap menghasilkan uang.

Morimoto pun pertama kali mendapatkan uang dari pekerjaan uniknya tersebut saat seorang klien meminta hanya untuk ditemani. Morimoto mengklaim jika pekerjaannya tersebut sangat cocok bagi orang-orang dengan kepribadian introvert.

“Saya pernah berada dalam situasi sulit. Seperti mengantre di bawah terik matahari, berdiri selama berjam-jam dalam cuaca yang sangat dingin, hingga menghadiri pesta yang hanya dihadiri oleh orang asing, dan berdiri sendirian di atas panggung tanpa melakukan apapun,” kenang Morimoto.

Dapat 1.000 Order Jasa Dalam Setahun!

Hebatnya, dalam 1 tahun melakukan pekerjaan tersebut, Morimoto mendapat hingga 1.000 order untuk jasanya, dengan tarif beragam dari 10 ribu Yen (Rp 1,1 juta) hingga 30 ribu Yen (Rp 3,3 juta). Sesi kerjanya pun hanya 2-3 jam.

Morimoto mengatakan, pekerjaan terlama yang pernah ia lakukan yaitu melakukan perjalanan hingga 17 jam lamanya. Ia hanya duduk di jalur kereta yang sama (Jalur Yamanote), dari pagi hingga jadwal terakhir kereta beroperasi.

Kendati demikian, Morimoto menegaskan jika dirinya tak lantas bisa mengerjakan semua pekerjaan. Ada beberapa permintaan klien yang tegas ia tolak.

Diantaranya seperti berhubungan intim karena ia sudah menikah dan memiliki anak, serta datang ke konser karena ia tidak tahu banyak tentang musik. Namun ia mengaku sangat senang menerima permintaan untuk menjadi pendengar yang baik.

Dengan menjadi pendengar yang baik, dirinya mengaku tak perlu banyak berbicara atau mencoba memberikan nasehat seperti terapis. Ia hanya perlu mengangguk dan mendengar dengan penuh perhatian.

Foto : Dok. NextShark