Taman Safari Indonesia Buka Suara Soal Eksploitasi Pemain Sirkus

Taman Safari Indonesia Buka Suara Soal Eksploitasi Pemain Sirkus Taman Safari Indonesia Buka Suara Soal Eksploitasi Pemain Sirkus

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, nama Taman Safari Indonesia sedang ramai dibahas di media sosial, usai adanya tudingan terkait eksploitasi dan kekerasan terhadap pemain sirkus.

Menanggapi tudingan tersebut, Tony Sumampau, yang merupakan salah satu pendiri Taman Safari Indonesia (TSI), menanggapi tudingan sejumlah perempuan yang pernah menjadi pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI).

Para perempuan itu mengaku mengalami kekerasan fisik, eksploitasi, dan perlakuan tidak manusiawi selama menjadi pemain sirkus.

“Sama sekali tidak benar. Kalau benar-benar terjadi, pasti sudah ada yang melaporkannya sejak 1997,” ujar Tony seperti dilansir dari ANTARA pada Jumat (18/4).

Lebih lanjut, Tony pun membantah tudingan bahwa pihaknya menganiaya para mantan pemain sirkus yang sudah bertahun-tahun berkarya dan manggung, termasuk di Taman Safari Indonesia. Tony menjelaskan, banyak di antara mereka yang sudah diasuhnya sejak bayi, setelah diselamatkan dari kawasan lampu merah Kalijodo, Jakarta.

Sebelumnya, mantan pekerja Oriental Circus Indonesia di Taman Safari Indonesia menggelar dialog terbuka dengan Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin, Selasa (15/4) lalu di kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan.

Beberapa perwakilan mantan pemain sirkus yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa mereka telah mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi sejak kecil yang diduga dilakukan oleh oknum terkait baik OCI maupun TSI.

Akun Instagram Taman Safari Indonesia Banjir Hujatan

Terpantau pada kolom komentar akun Instagram @taman_safari, hujatan pun banyak ditujukan kepada pihak tempat wisata tersebut. Tak sedikit yang menyerukan untuk memboikot kebun binatang itu.

Beberapa netizen bahkan menyebut akun Instagram Presiden Prabowo, agar dapat menindaklanjuti dugaan kasus ini. Sementara yang lainnya, meminta agar kasus ini dapat dibawa segera ke ranah hukum, agar para korban dapat mendapat keadilan.

Foto : Taman Safari Indonesia