Menko Airlangga: Produk Tekstil dan Garmen RI Kena Tarif 47 Persen Dari AS

Menko Airlangga: Produk Tekstil dan Garmen RI Kena Tarif 47 Persen Dari AS Menko Airlangga: Produk Tekstil dan Garmen RI Kena Tarif 47 Persen Dari AS

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menaikkan tarif bea masuk impor barang-barang Indonesia hingga mencapai 47%.

Sebelumnya, tarif bea masuk ini berkisar antara 10% hingga 37%. Salah satu produk ekspor Indonesia yang terkena dampak adalah tekstil dan garmen.

“Dengan adanya tambahan tarif bea masuk sebesar 10 persen, maka tarif bea masuk menjadi 10 persen plus 10 persen atau 37 persen plus 10 persen,” jelas Airlangga seraya menyampaikan hasil kunjungannya baru-baru ini ke AS.

Ia menegaskan bahwa kenaikan tarif bea masuk ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah Indonesia karena akan meningkatkan biaya ekspor ke AS.

Dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perundingan dagang terkait dalam waktu 60 hari ke depan.

Pemerintah Indonesia Lakukan Negosiasi Kebijakan Tarif Impor

Sebelumnya, Menko Airlangga Hartarto mengatakan jika sejumlah menteri kabinet pemerintahan Presiden Prabowo akan berangkat ke AS pada 16-23 April 2025, dan melakukan proses negosiasi. Menurut laporan, saat ini Indonesia telah menyiapkan 2 strategi negosiasi dengan AS, soal kebijakan tarif impor tersebut.

Salah satu langkah yang akan diambil pemerintah Indonesia dalam proses negosiasi tersebut adalah menyiapkan dana sebesar USD 18-19 miliar (Rp 319,33 triliun), untuk membeli produk-produk asal AS. Hal ini diambil untuk menekan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia.

Menurut data dari Kantor Perwakilan Dagang AS, defisit perdagangan AS terhadap Indonesia mencapai USD 17,9 miliar pada 2024 lalu. Sementara menurut data BPS, Indonesia mencatat surplus perdagangan terhadap AS selama 10 tahun terakhir, dengan nilai mencapai USD 16,84 miliar pada 2024.

Langkah kedua yaitu Indonesia akan mendorong investasi Indonesia di AS. Dalam hal ini, perusahaan nasional akan menanamkan modal langsung di AS.

“Secara teknis, Indonesia juga akan ada, selain mengundang investasi Amerika di Indonesia, akan ada juga perusahaan Indonesia yang berinvestasi di AS,” ungkap Airlangga.

Namun, Airlangga menekankan jika dirinya belum bisa membeberkan nama-nama perusahaan yang akan berinvestasi, karena masih menunggu hasil pertemuan dengan pemerintah AS.

Foto : Dok. ANTARA