Jakarta, GPriority.co.id – Perusahaan pengiriman on-demand, Lalamove berkomitmen mendukung transisi ke kendaraan energi terbarukan (New Energy Vehicle/NEV) sebagai bagian dari strategi jangka panjang sektor armada logistik.
Lalamove mendorong penggunaan armada ramah lingkungan guna menciptakan sistem logistik yang berkelanjutan lewat berbagai kolaborasi dengan mitra pengemudi dan produsen kendaraan.
“Di tengah perkembangan era NEV, kami akan terus konsisten dalam mewujudkan masa depan logistik yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berkelanjutan,” kata Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso dalam siaran persnya dikutip, Rabu (23/4).
Lalamove fokus pada NEV tercermin dari langkah aktif di sejumlah negara, termasuk China dengan memperluas pilihan kendaraan dengan menawarkan lebih dari 40 jenis NEV kepada para mitra pengemudi.
Tak hanya itu, Lalamove turut memperkuat infrastruktur pendukung melalui penyediaan stasiun pengisian ulang dan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (EV charger) sepanjang 2024.
Hasilnya, adopsi NEV dalam layanan van logistik meningkat signifikan di pasar China, dengan porsi pemesanan menggunakan NEV naik dari sekitar 50 persen pada 2023 menjadi 60 persen pada 2024.
Perkembangan ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap penurunan emisi karbon, khususnya pada kategori emisi tidak langsung (Scope 3).
Di samping itu, Lalamove juga tetap menempatkan keselamatan pengemudi sebagai prioritas. Teknologi kecerdasan buatan dan analisis data digunakan untuk mengoptimalkan protokol keamanan operasional.
Selama tiga tahun terakhir, perusahaan mencatat tingkat operasi tanpa cedera mencapai 99,9 persen di seluruh pasar.
Perusahaan juga memperluas dukungan bagi mitra pengemudi melalui program kesejahteraan dan pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Lalamove juga memperkenalkan pendekatan baru terhadap pelaporan keberlanjutan. Pada pertama kalinya, perusahaan secara sukarela mengadopsi sejumlah elemen dari standar IFRS S2 Climate-related Disclosures dalam laporan keberlanjutannya.
Pendekatan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberikan transparansi terkait isu iklim dan pengelolaan risiko lingkungan.
“Langkah ini tidak hanya mencerminkan kepatuhan, tetapi juga menunjukkan upaya kami dalam membangun ketahanan bisnis, memperkuat kepercayaan, dan menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra, serta masyarakat luas,” ucapnya.
Selama 2024, Lalamove aktif dalam forum-forum global terkait perubahan iklim, seperti Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29), serta menjalin kerja sama riset dengan lembaga akademik seperti Risk Governance Innovation Research Center di Universitas Normal Beijing.
Editor: Novita Intan
Foto: Istimewa
