Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2025 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi kelautan nasional. Program ini bertujuan untuk mengubah desa pesisir dan kampung budidaya menjadi lebih produktif dan terintegrasi dalam menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing.
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Trian Yunanda, menyatakan bahwa pihaknya telah menjaring desa pesisir dan kampung budidaya sebagai lokasi potensial untuk program ini.
“Program ini merupakan transformasi dari Kampung Nelayan Modern yang digagas Menteri Trenggono untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/5).
Trian menjelaskan bahwa kriteria untuk lokasi Kampung Nelayan Merah Putih antara lain mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan atau pembudidaya ikan, memiliki lahan lebih dari 1 hektare yang clear and clean untuk pembangunan fasilitas produksi, serta memiliki potensi sumber daya ikan dan wisata bahari.
Program ini juga melibatkan pemerintah daerah dalam memilih lokasi yang potensial agar implementasi dapat berjalan optimal. Hingga 27 Mei 2025, KKP masih menerima proposal pengajuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia.
Fasilitas yang akan dibangun di Kampung Nelayan Merah Putih antara lain dermaga, gudang beku, balai pelatihan, pabrik es, sentra kuliner, menara pandang, docking kapal, serta tempat pelelangan ikan. Program ini juga akan terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan secara keseluruhan.
Foto: Humas KKP
