Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 80 ribu Koperasi Merah Putih dilaporkan telah terbentuk. Diungkapkan oleh Kemenkop (Kementerian Koperasi), target ini telah tercapai di seluruh Indonesia.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan, pencapaian ini meruntuhkan keraguan dan kecurigaan dari oknum tertentu yang memandang sebelah mata program pembangunan Koperasi Merah Putih tersebut.
“Kami bersyukur pada akhirnya target pembentukan Koperasi Merah Putih ini bisa tercapai. Saya kira ini menjadi bukti bahwa ketakutan, kecurigaan, dan keraguan terhadap program ini terpatahkan,” ungkapnya.
Dalam pernyataannya, Budi Arie juga mengungkap target selanjutnya setelah pencapaian ini. Ia menyebut, pemerintah akan melakukan proses legalisasi badan hukum koperasi ke Kementerian Hukum, dan ditargetkan rampung pada akhir Juni nanti.
Selanjutnya, peresmian akan dijadwalkan pada 12 Juli 2025 mendatang. Agenda tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.
Lebih lanjut Budi Arie mengatakan, pemerintah akan memastikan operasional Koperasi Merah Putih dapat berjalan sesuai harapan. Pihaknya akan menyiapkan kebijakan yang baik soal mitigasi risiko, hingga penerapan digitalisasi.
Pemerintah juga akan memastikan jika setiap koperasi memiliki pendampingan yang telah dipersiapkan dalam kerangka kerja Satgas.
Dengan kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan para petani dapat terbebas dari jeratan tengkulak dan rentenir yang selama ini membebani masyarakat desa.
Program Koperasi Merah Putih ini juga memiliki anggaran yang fantastis, mencapai Rp 3-5 miliar setiap desa. Jika di total, sebagai modal awal saja pemerintah berarti harus menyiapkan dana sebesar Rp 210-350 triliun.
Foto : Dok. Kemenkop
