Jakarta, GPriority.co.id – Belum selesai perang antara Iran dengan Israel, kini pihak Iran dilaporkan menjadikan warga dan militer AS sebagai target selanjutnya dalam episode peperangan terbaru mereka.
Sebuah media di Iran memberitakan jika negara tersebut bersumpah akan secepatnya membalas serangan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (22/6) dini hari, kepada tiga fasilitas nuklir Iran.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa perang antara Iran-AS telah dimulai. Mereka menegaskan jika setiap warga atau personel militer AS di kawasan, kini telah menjadi sasaran berikutnya.
“Setiap warga negara Amerika atau personel militer di kawasan itu sekarang resmi menjadi sasaran!” tulis media pemerintahan Iran.
Serangan tersebut menyusul serangkaian peringatan Iran terhadap kemungkinan balasan atas agresi militer. Selain itu juga memperluas konflik yang sebelumnya terjadi antara Iran dan Israel, hingga memicu potensi perang besar di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, serangan AS kepada Iran dilaporkan menggunakan pembom siluman B-2, dan menjatuhkan bom penghancur bunker untuk menargetkan situs pengayaan uranium Iran yang selama ini sangat terlindungi, seperti Fordow.
Adapun situs-situs tersebut diduga berada jauh di bawah tanah, bahkan hanya bisa dihancurkan dengan bom seberat 15.000 kilogram yang dapat menembus hingga 60 meter.
Saat ini, pihak Kementerian Pertahanan Israel telah meningkatkan status siaga nasional dan membatasi aktivitas publik, setelah terjadi ketegangan yang meningkat secara drastis, usai AS melibatkan diri dengan konflik bersenjata antara Iran-Israel.
Foto : Dok. Caspian Post
