Bukan Cuma di Indonesia, Pekerja Sektor Informal Melonjak di Seluruh Dunia!

Bukan Cuma di Indonesia, Pekerja Sektor Informal Melonjak di Seluruh Dunia! Bukan Cuma di Indonesia, Pekerja Sektor Informal Melonjak di Seluruh Dunia!

Jakarta, GPriority.co.id – Pekerja sektor informal dilaporkan melonjak pesat. Bukan cuma di Indonesia, bahkan juga terjadi di seluruh dunia.

Laporan dari World Employment and Social Outlook dari ILO edisi Mei 2025 menyebut, lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia kini bekerja pada sektor informal. Angka tersebut bahkan merupakan 57,8 persen dari total pekerja secara global.

Dalam 10 tahun terakhir, pekerja sektor informal bertumbuh sebanyak 13,7 persen lebih cepat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pekerja informal yang meningkat hanya 12,6 persen.

Di Indonesia sendiri, pekerja sektor informal mencakup pedagang kaki lima, ojek online, hingga pekerja rumah tangga. Peningkatan ini terjadi karena lapangan kerja formal yang terbatas, akibat pandemi COVID-19 serta digitalisasi yang akhirnya mendorong meningkatnya pekerja dari sektor informal.

Namun, pekerja pada sektor ini menghadapi berbagai tantangan. Diantaranya seperti ketidakpastiannya pendapatan, minimnya jaminan sosial seperti asuransi kesehatan, serta keterbatasan akses kredit.

Jika tingkat pekerja informal semakin meningkat, maka dapat menghambat transformasi struktural ekonomi. Fenomena ini juga mendapat sorotan dari Wamenaker (Wakil Menteri Ketenagakerjaan) Immanuel Ebenezer Gerungan.

Pria yang akrab disapa Noel itu mengatakan jika kondisi ini menjadi sinyal terhadap perubahan nyata dan sistemik. Noel mengatakan, ada 3 strategi utama yang dapat dilakukan pemerintah agar dapat mengalihkan pekerja dari sektor informal ke sektor formal.

Pertama, menciptakan lapangan kerja formal berbasis ekonomi hijau dan digitalisasi industri. Kedua, meningkatkan kompetensi tenaga kerja dengan melalui pelatihan vokasi serta pemagangan industri.

Terakhir, pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat layanan penempatan kerja melalui digitalisasi sistem nasional, dengan melalui platform SIAPKerja.

“Kami ingin memastikan agar tidak ada pekerja yang merasa sendiri sat menghadapi perubahan ini. Sistem perlindungan sosial harus dihadirkan secara merata, bukan hanya untuk pekerja formal,” tegas Noel.

Foto : Dok. Gojek Indonesia