Jakarta, GPriority.co.id – Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebut domino halal, kini Kemenpora akan menjadikannya sebagai cabang olahraga (cabor) resmi Indonesia.
Disebut oleh Andi Jamaro Dulung sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Ketum PB PORDI), domino segera diakui sebagai cabor resmi di Indonesia. Menurut Andi, mereka juga sudah mengantongi dukungan dari Kemenpora.
Ditambah lagi, kini PB PORDI juga telah kantongi legitimasi dari MUI. Di saat yang bersamaan, MUI juga menerbitkan surat resmi yang mengatakan jika permainan Domino di bawah naungan PB PORDI tidak mengandung unsur perjudian, juga disebut halal.
“Hari ini akan terbit surat dari MUI yang menyatakan jika domino di bawah naungan PORDI itu halal, juga tak ada unsur judi,” Andi menegaskan.
Dukungan senada juga diberikan oleh Higgs Games Island (HGI) selaku sponsor utama. Mr. Ray yang merupakan perwakilan dari Kreasi Tunas Cerdas (KKTC) menyatakan jika domino bukan sekadar keberuntungan, melainkan merupakan olahraga yang libatkan strategi juga keterampilan.
“Permainan domino tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada chemistry dengan pemain lain. Jadi bukan hanya soal keberuntungan. Ini juga melibatkan chemistry dan skill,” ujarnya.
Dalam memperkuat eksistensi olahraga domino, PB PORDI bekerja sama dengan Kemenpora telah menggelar Turnamen Domino Menpora Cup pada 5-6 Juli kemarin, di Belopa, Luwu.
Turnamen tersebut diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta, yang terdiri dari 16 provinsi di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, terdapat juga wacana terkait legalisasi kasino di Indonesia, yang disampaikan oleh anggota Komisi XI DPR RI, Galih Kartasasmita.
Galih berharap pemerintah dapat mempertimbangkan sektor non-konvensional seperti kasino. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam yang ada.
Senada, mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti juga menilai jika pembukaan kasino legal di Indonesia dapat menjadi alternatif dari sumber penerimaan negara.
Menurutnya, kerugian dari kasino akan lebih terukur jika dibandingkan dengan dampak negatif dari judi online (judol) yang kini masih meresahkan di tanah air.
Foto : Ilustrasi/Dok. Freepik
