Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia resmi mengekspor telur ayam ke Dubai (Uni Emirat Arab). Ekspor ini merupakan perwujudan dari kerja sama dagang yang tertuang dalam kerangka Indonesia-UEA Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Dalam hal ini, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengirimkan 460.800 butir telur ayam tetas dengan nilai Rp2,2 miliar ke Dubai, pada Juli 2025. Pengiriman ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, mereka mengirim 230 ribu butir telur ayam senilai USD 60 ribu, dan kini menembus lebih dari USD 200 ribu.
Ini bukan kali pertama Indonesia mengeskpor telur ayam ke Dubai. Sebelumnya, PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) juga mengekspor telur ayam tetas kepada Al Madar Poultry. Nilainya mencapai USD 99 ribu di tahun 2024.
Kerja sama ini merupakan hasil sinergi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan berkolaborasi dengan Ministy of Climate Change and Environment (MOCCAE) UEA sejak 2023 lalu.
Bukan hanya telur tetas, Indonesia juga mengekspor telur konsumsi ke jaringan LULU Hypermarket dengan nilai USD 350 ribu. Begitupun dengan produk olahan unggas yang melalui PT Malindo Food Delight.
Ekspor tersebut menambah daftar capaian ekspor produk pangan nasional setelah Jepang, Singapura, Myanmar, serta Brunei Darussalam.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut jika Pemerintah Indonesia memiliki dua strategi utama dalam menghadapi potensi perang dagang global.
Pertama dengan memperluas pasar ekspor Indonesia dengan meningkatkan perjanjian dagang, seperti Indonesia-Canada CEPA dan Indonesia-European Union CEPA. Kedua, melalui pengamanan pasar dalam negeri.
