Danantara Berencana Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Whoosh

Proyek kereta whoosh/Foto Sekretariat Negara Proyek kereta whoosh/Foto Sekretariat Negara

Jakarta, GPriority.co.id – Digadang-gadang sebagai salah satu transportasi unggulan di tanah air, nyatanya proyek Kereta Whoosh menghadapi tantangan utang yang tak sedikit, sebesar USD 7,2 miliar (117,33 triliun).

Padahal, pada awal rencana pembangunannya disebut hanya menghabiskan USD 6 miliar (97,78 triliun). Oleh karenanya, Danantara berencana melakukan restrukturisasi utang proyek Kereta Whoosh.

Disampaikan oleh Dony Oskaria selaku COO Danantara, restrukturisasi ini diperlukan untuk menjaga kinerja PT KAI ke depannya.

“Memang kereta cepat ini sedang kita pikirkan dan segera kita usulkan. Solusinya masih ada beberapa alternatif yang akan kita tawar. Kita sampaikan kepada pemerintah mengenai penyelesaian kereta cepat ini,” ujar Dony seperti dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan jika pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap rencana tersebut, sebelum nantinya diumumkan.

“Kita mau memastikan supaya ini bisa. Kalau kita melakukan suatu corporate action itu tuntas. Jadi bukan hanya sifatnya menunda masalah,” terangnya.

Dengan adanya Danantara, diharapkan dapat memberi solusi baru baik dari sisi finansial, ataupun restrukturisasi korporasi, guna keberlangsungan proyek ini.

Namun, rencana Danantara ini mendapat komentar dari Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto. Ia berpendapat, sudah seharusnya rencana ini dikaji secara matang dan jangan sampai dana digunakan untuk prospek yang belum jelas.

“Danantara ini dapat dana dari dividen, terutama BUMN. Enggak boleh dipakai untuk hal-hal yang tidak masuk akan. Sesuatu yang tidak visible sama sekali. Kemudian dana itu habis begitu saja,” tutur Darmadi yang juga menyebut jika Komisi VI DPR akan memberi dukungan terhadap rencana ini, asal memiliki perencanaan bisnis yang jelas.