Program MBG Dinilai Mampu Tingkatkan Kemampuan Matematika dan Bahasa Inggris

Wamen Stella nilai program MBG (makan bergizi gratis) bisa tingkatkan kemampuan matematika dan bahasa inggris siswa/Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock Wamen Stella nilai program MBG (makan bergizi gratis) bisa tingkatkan kemampuan matematika dan bahasa inggris siswa/Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock

Jakarta, GPriority.co.id – Dimulai sejak 6 Januari 2025 lalu, Program MBG (Makan Bergizi Gratis), terus berjalan hingga kini. Terbaru, MBG dinilai mampu tingkatkan kemampuan matematika dan bahasa Inggris siswa.

Disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, Program MBG bukan hanya sekadar memenuhi gizi siswa, asalkan dikemas melalui pendekatan kreatif seperti makan sambil belajar.

Ia mencontohkan, misalnya saja saat siswa dibimbing untuk menghitung jumlah buah atau mempelajari nama makanan dalam bahasa Ingrris saat menyantap MBG. Sehingga proses belajar dapat lebih efektif dengan cara yang menyenangkan. Stella mengklaim, manfaat Program MBG bahkan telah terbukti secara ilmiah.

“Berdasarkan bukti ilmiah, program ini dapat menjadi sasaran motivasi dan pemicu untuk mengasah daya ingat serta pengetahuan anak-anak secara efektif,” ungkapnya seperti dikutip dari beberapa laporan.

Di sisi lain, menurut Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengatakan jika Program MBG mampu meningkatkan kehadiran siswa di sekolah secara drastis hingga 95 persen. Padahal sebelumnya berada di angka 70-80 persen.

Ia mencontohkan di daerah Warungkiara Sukabumi, Jawa Barat, dimana konsentrasi serta semangat belajar siswa meningkat semenjak mendapatkan MBG.

Dadan juga memberikan contoh lain seorang siswa di daerah Papua yang biasanya dibangunkan untuk sekolah, namun sekarang ia bangun lebih awal untuk mendapat MBG di sekolahnya. Dadan mengaku pihaknya fokus menyalurkan program MBG.

“Kita sekarang fokus menyuarakan mereka yang benar-benar menerima manfaat MBG. Di Indonesia Timur dan Wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), program ini benar-benar terasa manfaatnya,” Dadan melaporkan.