Gegara Sound Horeg, Pasien THT di Lumajang Meningkat

Gegara sound horeg, pasien THT di Lumajang meningkat / Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock Gegara sound horeg, pasien THT di Lumajang meningkat / Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock

Lumajang, GPriority.co.id – Belakangan ini viral, sayangnya sound horeg berdampak negatif bagi kesehatan warga Lumajang, Jawa Timur.

Sebuah laporan mengungkap jika sound horeg menyebabkan meningkatnya jumlah pasien THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) di RSUD Haryoto Lumajang. Jumlahnya terus meningkat dalam beberapa bulan ini.

Dr. Aliyah Hidayati yang merupakan dokter spesialis THT di rumah sakit tersebut mengatakan, sebagian besar pasien THT yang datang mengalami gangguan pendengaran karena paparan suara keras yang berasal dari sound horeg. Terlebih saat mereka menghadiri acara atau hajatan.

Mirisnya Aliyah melaporkan, beberapa pasien yang sebelumnya memiliki masalah telinga kondisinya semakin buruk setelah terpapar suara dari sound horeg.

Fenomena sound horeg kini terus menjadi perhatian, utamanya ketika dihadirkan di berbagai acara dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pendengaran pada masyarkat sekitar.

Sebenarnya MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur pun telah mengeluarkan fatwa haram terkait sound horeg, bahkan mendapat dukungan dari Pemprov Jawa Timur. Usai fatwa ini dikeluarkan, sejumlah pengusaha sound system di Malang pun beramai-ramai mengganti istilah sound horeg menjadi Sound Karnaval Indonesia.

Bukan hanya berubah nama, namun mereka juga berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah terkait sound horeg, serta membatasi volume dari sound horeg agar tak berdampak negatif bagi masyarakat di sekitarnya.

“Berganti istilah apapun menjadi sound festival atau yang lain, selama tingkat kebisingan desibelnya masih di atas batas normal atau di atas 85 desibel sesuai standar WHO, tetap saja mengganggu ketertiban umum dan mengganggu pendengaran manusia,” tegas KH Hasan Ubaidillah, Sekretaris MUI Jawa Timur yang mengaku tak mempermasalahkan istilah yang digunakan.