Ogah Dilengserkan, Bupati Pati Terima Aliran Dana Korupsi Dari Proyek DJKA?

Bupati Pati Sudewo. Foto : Dok. Pemkab Pati Bupati Pati Sudewo. Foto : Dok. Pemkab Pati

Pati, GPriority.co.id – Usai di demo warga pada Rabu (13/8) lalu, Bupati Pati, Sudewo, meminta warga untuk tak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar sampai saat ini.

Sudewo secara tegas mengatakan jika dirinya terpilih secara demokratis tanpa adanya kecurangan. Ia pun turut meminta maaf terhadap kebijakan kenaikan tarif PBB-P2 hingga 250 persen yang sebelumnya ingin ia berlakukan.

“Saya terpilih ini konstitusional, terpilih secara demokratis. Enggak ada kecurangan apa pun. Kok mau digulingkan oleh segelintir orang?” ujarnya seperti dikutip dari beberapa sumber.

Meski Sudewo sudah meminta maaf dan membatalkan kebijakannya tersebut, namun warga Pati nampaknya sudah terlanjur geram hingga melemparinya dengan botol dan sendal saat ia muncul dihadapan publik.

Warga Pati sebelumnya memprotes kebijakan Bupati Pati dan menolaknya. Hingga kini aksi damai terus digelar di depan pendopo bupati. Mereka menilai sikap Bupati Sudewo arogan karena menantang warga untuk melakukan demo.

Namun belum terjadi perdamaian, kini KPK mengungkap jika Sudewo diduga menerima aliran dana korupsi proyek DJKA.

Dirinya diduga menerima aliran commitment fee yang berkaitan dengan proyek pembangunan jalur kereta di DJKA Kemenhub, saat masih menjadi anggota DPR. Kini pihak penyidik tengah mendalami dugaan tersebut dan akan memanggil Sudewo untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, KPK telah menyita sekitar Rp3 miliar dari rumahnya. Namun Sudewo bersikeras jika uang tersebut merupakan hasil gaji DPR dan usaha pribadinya. Ia juga membantah menerima suap pada proyek PT Istana Putra Agung, ataupun uang yang disebut diberikan oleh sejumlah pihak.

Saat ini, warga Pati terus melakukan aksi demo besar-besaran dan menuntu Sudewo untuk mundur dari kursi jabatannya. Menurut laporan yang beredar, massa tetap turun ke jalan meski Sudewo sudah minta maaf. Apabila nantinya ia terbukti menerima aliran dana, dapat dipastikan demo ini akan terus berlanjut.