Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa seluruh Presiden Republik Indonesia (RI), mulai dari Presiden pertama Ir Soekarno hingga Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) berupaya keras dalam mewujudkan Indonesia yang lebih dekat dengan cita-cita kemerdekaan yang berdaulat, adil dan makmur.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
“Negara yang sesuai dengan cita-cita pembentukan negara kita, yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu negara yang melindungan segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Prabowo.
Awalnya, Prabowo menyampaikan bahwa momen kemerdekaan Indonesia yang berhasil diraih pada 17 Agustus 1945 merupakan momen yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Pasalnya, pada saat itu bangsa Indonesia berhasil berdiri diatas kaki sendiri.
Meski demikian, dia mengakui bahwa masih terdapat perjuangan panjang selama 5 tahun setelah deklrasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu. Hanya saja, tambah Prabowo, pada tahun 1949 Indonesia berhasil menjadi negara yang berdaulat dan diakui keberadaannya.
Sejak itu, kata Prabowo, para pendahulunya mulai dari Presiden pertama hingga ketujuh bekerja keras dalam membangun bangsa Indonesia
“Sejak itu, para pendahulu saya presiden republik indonesia pertama hingga presiden republik indonesia yang ke-7 bekerja keras membangun bangsa Indonesia, bekerja keras untuk mewujudkan bangsa yang adil dan makmur,”ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan keberhasilan yang diraih para Presiden terdahulunya, sehingga Indonesia dapat lebih dekat dengan cita-cita kemerdekaan yang berdaulat, adil dan makmur.
Presiden pertama, Ir. Soekarno, kata Prabowo, berhasil memimpin perjuangan pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia dan berhasil mempertahankan keutuhan wilayah, ditengah berbagai intervensi dan inflasi dari negara-negara asing. Dia menambahkan, Ir. Soekarno juga berhasil mengintegrasikan Irian Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kemudian, tambah Prabowo, Presiden kedua Indonesia, Soeharto, berhasil melaksanakan pembangunan ekonomi yang merata dari Sabang sampai Merauke. Seorang perwira militer yang pemimpin Indonesia selama 31 tahun 70 hari ini, juga behasil mewujudkan swasembada pangan dan meletakkan dasar-dasar industrialisasi ekonomi serta menurunkan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Lalu, tutur Prabowo, Presiden ketiga, B. J. Habibie berhasil mengenalkan Indonesia dengan teknologi tinggi, serta mampu menjaga stabilitas ekonomi dari krisis multidimensi pada tahun 1998 lalu.
Untuk, Presiden keempat, Abdurrahman Wahid. Menurut Prabowo, dia berhasil menjaga stabilitas bangsa, memperkokoh kerukunan antara suku, agama dan ras.
“Sehingga jati diri bangsa, sebagai bangsa majemuk dalam keharmonisan terbentuk secara kuat dan kokoh,” ucap Prabowo.
Berikutnya, Presiden kelima sekaligus Presiden pertama yang mewakili kaum wanita di Indonesia, Megawati Soekarnoputri berhasil menyelesaikan proses pemulihan ekonomi akibat krisis ekonomi dan moneter yang berkepanjangan. Megawati, kata Prabowo, juga berhasil menyelesaikan ribuan kasus perusahaan-perusahaan yang terancam bangkrut akibat krisis moneter pada tahun 1998.
“Dan melaksanakan pemilu umum secara langsung untuk pertama kalinya, serta memperkuat lembaga-lembaga negara,” tuturnya.
Lalu, Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Prabowo mengatakan, dia berhasil mengatasi kerawanan ekonomi akibat krisis keuangan dunia pada tahun 2008. Tak hanya itu, SBY juga berhasil menyelesaikan konflik Aceh, dan meletakkan dasar yang kuat untuk pembangunan ekonomi yang adil, merata dan terencana.
Terakhir, Presiden ketujuh, Joko Widodo (Jokowi). Dia berhasil membangun berbagai infrastruktur penting, dan meningkatkan kolektifitas antar sentra-sentra ekonomi di Indonesia.
“Memimpin kita disaat yang kritis yaitu pandemi Covid 19 sehingga Indonesia termasuk salah satu negara yang paling cepat pulih dari dampak pandemi, keluar dari kesulitan ekonomi, dan juga beliau merintis pembangunan Ibu Kota Nusantara dan meletakkan dasar strategi hirilisasi sumber daya alam Indonesia,” paparnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
