Kemenpar Gandeng COMCEC Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Workshop Internasional bertajuk “Empowering Sustainable Tourism: Integrating Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) into Tourism Operations” pada 26–28 Agustus 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Jakarta. Foto: GPriority/Dimas A Putra Workshop Internasional bertajuk “Empowering Sustainable Tourism: Integrating Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) into Tourism Operations” pada 26–28 Agustus 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Jakarta. Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggadeng Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMCEC) guna mendukung pariwisata berkelanjutan.

Kerja sama ini diungkap dalam Workshop Internasional bertajuk “Empowering Sustainable Tourism: Integrating Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) into Tourism Operations” pada 26–28 Agustus 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Jakarta.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi, namun di sisi lain juga rentan terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

“Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman dan pelatihan kepada para peserta tentang implementasi BGCE, serta berbagi praktik terbaik dan membangun kemitraan strategis. Harapannya, ini bisa berdampak pada masa depan pariwisata yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Rizki, Selasa (26/8).

Ia juga menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2029.

Indonesia juga menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dan hingga 43,2 persen dengan dukungan internasional pada 2030, sebagaimana tercantum dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang diperbarui.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri yang membahas berbagai topik strategis. Di antaranya, perwakilan BAPPENAS Abudarchan Rafi memaparkan topik BGCE sebagai Instrumen Keberlanjutan Sektor Pariwisata di Indonesia. Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, membagikan pengalaman Turki dalam memajukan pariwisata berkelanjutan melalui industri perhotelan.

Diskusi lainnya mencakup praktik terbaik keberlanjutan di sektor perhotelan yang disampaikan oleh Direktur Parongpong Raw Lab Rendy Aditya Wachid, CEO PT PIPA Nicolas Perez, perwakilan PT JLL Indonesia Prisca Winata, dan perwakilan Pullman Jakarta Central Park, Santi Permanasari.

Selain itu, Group Managing Director Universiti Utara Malaysia, Anthony Wong Kim Hooi, membahas topik Standar ASEAN Green Hotel. Adapun pengelolaan food and beverage berkelanjutan disampaikan oleh Arzu Kahraman Yılmaz dari Turkey’s Tourism Training and Gastronomy Department.

Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan, Kemenparekraf, Amnu Fuadiy menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari delegasi negara anggota OKI, perwakilan kementerian/lembaga, dinas pariwisata daerah, pelaku industri Horeka, asosiasi pariwisata, akademisi, serta pakar keberlanjutan.

“Selain sesi workshop, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Pullman Jakarta Central Park dan Taman Safari Indonesia di Bogor untuk melihat langsung penerapan praktik keberlanjutan dalam sektor pariwisata,” pungkas Amnu.