Luhut Binsar Pandjaitan Sebut OTT Tak Efektif Buat Koruptor Jera

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan/Foto : Dok. Kemenko Marves Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan/Foto : Dok. Kemenko Marves

Jakarta, GPriority.co.id – Pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan terkait OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan KPK menjadi kontroversial.

Meski ia menilai KPK sudah bekerja baik dalam pencegahan korupsi di tanah air lewat praktik OTT, namun ia berulang kali menekankan jika OTT tak efektif membuat koruptor jera. Ia berpendapat jika praktik ini juga berpotensi memperburuk citra Indonesia di mata dunia.

Luhut pun menekankan perlunya digitalisasi pengawasan untuk mencegah praktik korupsi di tanah air. Kendati demikian, publik menilai jika pernyataan Luhut tak mendukung upaya pencegahan serta penindakan korupsi di Indonesia.

“Kalau kita mau bekerja dengan hati, ya kalau hidup-hidup sedikit bolehlah. Kita kalau mau bersih-bersih amat di surga lah kau,” ujarmya.

Menurut sejumlah pihak seperti ICW (Indonesia Corruption Watch) serta aktivis antikorupsi, pandangan Luhut berbahaya bagi pemberantasan korupsi.

Menurut ICW, praktik OTT justru dapat memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia. Lewat praktik ini, pemerintah dianggap serius untuk menegakkan hukum. Terlebih, KPK juga pernah mendapat penghargaan internasional.

Sedangkan menurut para aktivis antikorupsi, narasi yang diutarakan Luhut dapat melemahkan legitimasi OTT serta mengaburkan opini publik. Menurut mereka, penindakan perlu dilakukan karena pencegahan saja tak cukup untuk memberantas pejabat dari praktik korupsi.