Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan melakukan pengecekan rutin ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pemasok menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus keracunan makanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai konferensi pers penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Program MBG di Kemenkes RI, Kamis (2/10).
“Nah, tempatnya saya dengan Pak Mendagri akan melakukan external control atau external audit seminggu sekali. Mulai dari pemilihan bahan bakunya, airnya, kebersihan dapurnya, juga kebersihan dan keterampilan pemasaknya, pemaketannya, sampai pengirimannya,” kata Budi.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan daftar pemeriksaan (checklist) sebagai acuan bagi SPPG untuk dipatuhi.
“Nah, itu checklist-nya udah dibikin, dan nanti akan kita share, kita didik semua SPPG supaya mematuhi,” tuturnya.
Menurut Budi, berbagai persoalan kesehatan dapat diselesaikan dengan pemenuhan gizi yang baik. Ia mencontohkan kasus stunting yang dapat berujung pada kematian bayi maupun ibu akibat kekurangan gizi.
“Jadi saya sebagai Menteri Kesehatan akan sangat terbantu kalau gizinya anak-anak kita itu baik. Itu preventifnya,” kata Budi.
Oleh karena itu, Budi menekankan pentingnya program MBG berjalan dengan baik dan lancar.
“Nah, sekarang kemudian caranya bahwa program MBG ini harus berjalan dengan lancar. Bahwa ada kekurangan kita akui. Pak Dadan, kita udah diskusi berdua, saya terbuka Pak Dadan, ini yang penting pengawasan rutinnya masih dilakukan bersama-sama. Di tempatnya BGN itu setiap hari nanti akan dilakukan oleh belier,” pungkas Budi.
Pewarta : Fifi Abdurahman
