Jakarta, GPriority.co.id – Mendengar kata Nokia, mungkin anda akan berpikir jika perusahaan tersebut kini telah bangkrut akibat kalah saing dengan produk-produk smartphone terbaru seperti Apple maupun Samsung.
Nyatanya, Nokia kini telah bertransformasi menjadi perusahaan yang berfokus pada teknologi jaringan dan infrastruktur telekomunikasi, sebagaimana dilansir dari laman resminya. Meski kalah saing pada penjualan smartphone-nya, namun pihak Nokia tak lantas berdiam diri.
Saat ini Nokia dilaporkan memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan infrastruktur telekomunikasi hingga ke berbagai belahan dunia.
Sempat Rajai Pasar Ponsel Global
Jika ditarik mundur, pada tahun 2003 Nokia mencapai puncak kejayaannya lewat peluncur model Nokia 1100. Saat itu, penjualan Nokia 1100 mencapai 250 juta unit dan menjadi ponsel paling laris sepanjang masa. Model ponsel tersebut membuat Nokia akhirnya mendominasi pasar ponsel secara global.
Tak cukup sampai disitu, di tahun 2004-2006, Nokia semakin memimpin pasar ponsel dengan meluncurkan N-series, salah satunya Nokia N-Gage yang terkenal di kalangan gamers kala itu. Sayangnya, saat itu Nokia tak mengikuti tren layar sentuh yang mulai naik pada saat itu.
Hingga akhirnya, di tahun 2007 perusahaan Apple merilis iPhone pertama mereka dan memulai era smartphone dengan layar sentuh. Meskipun saat itu pangsa pasar Nokia mencapai 51 persen, namun mulai turun secara perlahan terlebih di wilayah Amerika Utara.
Eksistensi Nokia semakin terancam dengan munculnya sistem operasi Android di tahun 2008. Namun lagi-lagi Nokia memilih idealis dan menolak kehadiran sistem operasi Android di tahun itu. Hingga akhirnya, sistem operasi ini berkembang pesat dan mulai menenggelamkan Nokia.
Kinerja Nokia semakin buruk di tahun 2009 dengan adanya masalah teknis pada peluncuran N97. Bahkan di tahun itu pangsa pasar Nokia di Amerika Utara anjlok ke satu digit. Di tahun 2010 bahkan pangsa pasar global Nokia menyusut menjadi 28 persen.
Dari tahun ke tahun, pangsa pasar Nokia terus mengalami penurunan seperti di tahun 2011 menjadi 15 persen dan berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan yang menurun hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nokia mencatat kerugian hingga 3 miliar euromembuat mereka semakin krisis di tengah industri smartphone yang makin berkembang dengan berbagai merk baru yang bermunculan.
Puncaknya, di tahun 2013 pangsa pasar Nokia anjlok di bawah 3 persen, hingga pihak Nokia menyerah dari persaingan smartphone dan menjual divisi mobile serta service-nya ke Microsoft seharga 5,4 miliar euro, sekaligus mengakhiri era Nokia yang pernah menjadi raksasa ponsel secara global.
