Cak Imin sebut Inpres Penghapusan Kemiskinan Harus Jadi Alarm Keseriusan Pejabat untuk Bekerja

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam acara Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat/Foto Tangkapan Layar YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam acara Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat/Foto Tangkapan Layar YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengetasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem merupakan peringatan bagi seluruh pejabat kementerian dan lembaga agar bekerja lebih serius dan terarah.

Inpres tersebut menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dan kemiskinan maksimal 5 persen pada 2029.

“Ini peringatan kepada kita semua, target ini dibuat agar kerjanya betul-betul terarah dan sesuai dengan yang menjadi tujuan kita. Dan menjadi penyemangat setiap periode kepemimpinan pemerintahan, selalu target yang ditetapkan tidak pernah tercapai,” ujar Cak Imin dalam acara Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat yang disiarkan langsung di YouTube Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Selasa (28/10).

Maka dari itu, Cak Imin mengajak seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam mencapai target pengentasan kemiskinan yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, tanda-tanda keberhasilan mulai terlihat dari adanya penurunan terhadap angka kemiskinan di Indonesia.

“Alhamdulillah data sudah menunjukkan tanda-tanda berhasil. Kemiskinan turun, kemiskinan ekstrim turun sangat signifikan. Datanya ada,” ucapnya.

Namun, Cak Imin menegaskan bahwa pencapaian tidak boleh berhenti pada angka statistik semata. Yang lebih penting adalah memastikan tindak lanjut nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Data, sekedar data. Yang paling penting adalah agar data ini tertindaklanjuti melalui program- program yang mampu menyerap tenaga kerja, yang memberikan peluang untuk seluruh sektor naik kelas, berdaya naik kelas,” tutur Cak Imin.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang adil dan kondusif bagi pertumbuhan pelaku ekonomi lokal.

“Kemudian yang paling penting adalah memberi ruang pelaku usaha untuk tumbuh secara adil dan memberi kesempatan ekosistem yang lebih memungkinkan untuk berkembang dan naik kelas,” pungkasnya.