Jakarta, GPriority.co.id – Penerima bansos (Bantuan Sosial) di Bengkulu yang tergabung dalam ‘500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bansos’ memilih undur diri usai dicap keluarga miskin, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Jumat (31/10).
Para warga di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu tersebut mengajukan pengunduran diri setelah Dinas Sosial melakukan pemasangan stiker “Keluarga Miskin” di rumah mereka. Warga pun merasa kesal dengan tindakan tersebut dan melakukan penolakan besar-besaran.
Menurut Helmi Johan selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang mengatakan, pemasangan stiker tersebut dilakukan sebagai sarana edukasi, sosialisasi, serta evaluasi untuk para penerima bansos.
Johan menyebut, pemasangan stiker telah dilakukan sejak 20 Oktober 2025 dan berlangsung di seluruh desa serta kelurahan di Kabupaten Kepahiang secara acak.
Bagi keluarga penerima manfaat yang bersedia rumahnya dipasangi stiker, akan tetap menerima bansos. Sementara bagi mereka yang tak ingin dipasangi stiker tersebut, maka dianggap telah mengundurkan diri.
Helmi menyebut, banyak warga yang merasa malu dengan kehadiran stiker tersebut di rumah mereka. Bahkan mereka mengklaim, rasa malu itu akan turut ditanggung oleh anak cucu mereka. Akhirnya mereka pun memilih untuk mengundurkan diri.
Tak sampai disitu, Helmi juga menerima laporan dari warga yang merasa marah karena menilai jumlah bansos yang diterimanya (sebesar Rp300 ribu), tidak sebanding dengan rasa malu akibat pemasangan stiker tersebut.
Di lain sisi, Helmi juga menyoroti beberapa warga yang dinilai tak pantas menerima bansos karena memiliki perekonomian yang cukup. Bahkan saat proses pemasangan stiker, beberapa warga ditemukan memiliki mobil di garasinya. Akhirnya mereka pun menolak pemasangan stiker sebagai pertanda undur diri.
Perlu diketahui, jumlah penerima bansos di Kabupaten Kepahiang mencapai lebih dari 20 ribu KPM yang meliputi Program Keluarga Harapan sebanyak 8.782 KPM serta Bantuan Pangan Non Tunai sebanyak 12.896 KPM.
Kendati demikian, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang melaporkan jumlah KPM yang undur diri akan mencapai 1.000 penerima.
