Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto berencana mendatangkan guru Bahasa Inggris dari Selandia Baru untuk mengajar di Indonesia. Inisiasi ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris warga Indonesia, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Selasa (4/11).
Ia menilai, guru Bahasa Inggris sangat diperlukan bagi warga Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri. Hal tersebut diungkapkannya dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, pada Jumat (31/10) lalu di Korea Selatan.
“Saya juga minta kalau ada guru-guru dari Selandia Baru yang bisa bantu kita. Kita mau nambah sekolah atau kursus-kursus bahasa Inggris untuk pekerja-pekerja kita yang mau ke luar negeri. Saya kira bahasa sangat penting dan ini sedang kita bahas,” ujar Prabowo sebagaimana dilansir dari laman Fraksi Gerindra.
Dari data Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF 2024, kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih tergolong rendah karena berada pada peringkat 80 dari 114 negara di dunia.
Padahal Bahasa Inggris menjadi bahasa yang sangat diperlukan bagi para tenaga kerja Indonesia untuk bersaing di pasar tenaga kerja internasional. Di sisi lain, kemampuan guru Bahasa Inggris di Indonesia juga masih di bawah standar.
Diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, lebih dari 80 persen guru sekolah dasar memiliki kemampuan Bahasa Inggris di bawah level B1 (intermediate) CEFR. Selain itu, mayoritas kemampuan guru hanya berada di level A1 (beginner) serta A2 (elementary).
CEFR atau Common European Framework of Reference sendiri merupakan standar internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa seseorang dalam membaca, menulis, menyimpak, serta berbicara.
Namun selain ingin mengirim guru dari Selandia Baru, Prabowo juga berencana mengirim mahasiswa asal Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi ke Selandia Baru. Nantinya para mahasiswa diharapkan dapat lebih banyak belajar ilmu kedokteran serta kedokteran gigi di Selandia Baru. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan akan dokter dan dokter gigi di tanah air.
“Kita sangat butuh dokter dan dokter gigi,” tegasnya.
