Harga Ayam dan Telur Naik, Zulhas: Tanda Program MBG Berhasil

Harga Ayam dan Telur Naik, Zulhas: Tanda Program MBG Berhasil/Foto : Dok. PAN Harga Ayam dan Telur Naik, Zulhas: Tanda Program MBG Berhasil/Foto : Dok. PAN

Jakarta, GPriority.co.id – Harga ayam dan telur dilaporkan meningkat di sejumlah daerah per September 2025 lalu. Laporan menyebut, harga ayam mencapai Rp37-40 ribu per ekor dan harga telur ayam bahkan menyentuh Rp30 ribu per kg.

Selain itu, inflasi harga pangan juga melonjak hingga 6,44 persen secara yoy per September 2025. Angka tersebut jauh melampaui target inflasi sebesar 2,5 persen. Dibalik kenaikan harga ayam dan telur, program MBG (Makan Bergizi Gratis) disebut menjadi penyebab utamanya.

Namun Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) berpendapat, kenaikan harga ayam dan telur menjadi indikasi keberhasilan program MBG yang menargetkan sekitar Rp82,9 juta penerima manfaat.

Akibat melonjaknya kebutuhan pangan dalam waktu singkat, terjadi tekanan pada rantai pasok, terutama komoditas ayam dan telur.

“Memang, karena kita sedang mengejar target Makan Bergizi Gratis (MBG). Perlu jutaan telur, perlu jutaan ayam. Dampaknya memang agak naik,” ujar Zulhas.

Zulhas berpendapat, saat ini pemerintah tak bisa langsung menurunkan harga karena kebutuhan yang masih tinggi. Sehingga, pemerintah masih memerlukan waktu untuk dapat kembali menstabilkan harga pangan. Ia menjelaskan, pemerintah juga sedang menggencarkan koordinasi lintas kementerian untuk mengatur keseimbangan antara kebutuhan MBG juga ketersediaan stok di pasar umum.

Setidaknya ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah. Mulai dari subsidi pakan ternak, penguatan cadangan pangan nasional, hingga penambahan kuota distribusi dari sentra produksi.

Harga pangan diharapkan dapat kembali stabil seiring dengan peningkatan pasokan dalam 6 bulan ke depan.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, setiap SPPG membutuhkan sekitar 350 kg ayam dan 3 ribu butir telur ayam setiap harinya untuk menjadi menu MBG. Karena permintaan yang naik drastis akibat kebutuhan program MBG, harga ayam dan telur pun meningkat.

Ditambah lagi pasokan ayam di kalangan peternak juga semakin menipis karena program MBG memenuhi permintaan melalui kontrak pasok besar dari perusahaan unggas dan bukan dari peternak langsung.