Sepekan Karamnya KLM Nurul Salsa, Tercatat 3 Meninggal dan 16 Lainnya Hilang

Selayar, Gpriority.co.id – Hingga hari ke 7 Selasa, 21 Juli 2026 Posko Operasi SAR mengidentifikasi 59 orang ditemukan selamat, 3 orang meninggal dunia, dan pencarian terus dilakukan untuk 16 korban yang masih hilang dari KLM Nurul Salsa.

KLM Nurul Salsa dilaporkan karam dan tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026, usai berlayar meninggalkan pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Usai berlayar selama 4 jam mesin kapal kemudian mengalami gangguan mesin, tak berselang lama air laut mulai masuk dalam kapal.

Kurang lebih enam jam terombang-ambing di tengah laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, hingga pada 16.00 sore harinya Kapal KLM Nurul Salsa dinyatakan karam dan tenggelam diperairan Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu – Selayar.

Sehari sebelumnya, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jampea menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) namun Keberangkatan ditunda karena kondisi cuaca tidak memungkinkan. KLM Nurul Salsa sedianya diberangkatkan dari Pelabuhan Benteng Jampea menuju Pelabuhan Rauf Rahman – Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, rabu, 15 Juli 2026 jam 06.00 pagi.

Selama masa penundaan, banyak calon penumpang naik ke kapal tanpa prosedur tiket dan pendataan. Jumlah penumpang diperkirakan 72 orang, melebihi jumlah life jacket yang tersedia (50 unit). Sekitar 22 penumpang tidak memiliki tiket dan tidak tercantum dalam manifes kapal.

Selain 72 Orang penumpang, KLM Nurul Salsa juga membawa: 6 unit sepeda motor, 10 ton beras, 2 ton kopra, 5 ton arang, dan 4 ekor sapi. Kapal mengangkut penumpang dan barang dalam satu pelayaran.

Berdasarkan data terkini dari Posko Operasi SAR hingga hari ke-7 Selasa, 21 Juli 2026, teridentifikasi 59 orang ditemukan selamat, 3 orang meninggal dunia, dan pencarian terus dilakukan untuk 16 korban yang masih hilang. Proses evakuasi dan pencarian terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan.

Reportase : Agustin Effendy

Foto : Istimewa