Jakarta, GPriority.co.id – Nama komika Pandji Pragiwaksono ramai diperbincangkan usai video stand up comedy dirinya di tahun 2013 kembali viral. Dalam video yang beredar, Pandji melontarkan candaan soal adat toraja.
Sebagaimana dikutip GPriority dari video yang bersliweran di YouTube, Pandji terdengar menyinggung tradisi pemakaman Rambu Solo. Ia mengatakan banyak orang Toraja jatuh miskin karena pesta adat tersebut. Tak sampai disitu, Pandji turut menyinggung jenazah yang disimpan di ruang tamu dan menyandingkannya dengan humor bernuansa horor.
“Di Toraja, kalo ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pasti pake pesta yang mahal banget. Bener nggak gue? iya kan. Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya. Dan banyak yang nggak punya duit untuk makamin akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu,” sebut Pandji.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan dari Lembaga Adat Sang Torayan (TAST) yang menilai Pandji telah melanggar nilai budaya sakral. Mereka pun menuntut Pandji untuk meminta maaf secara terbuka serta mengancam akan memberikan sanksi adat berupa denda 50 ekor kerbau. Tak sampai disitu, TAST juga siap melayangkan somasi ke pihak kepolisian.
“Ini kan sudah masuk pelanggaran adat. Jadi ya perlu ada sanksi secara adat juga. Kalau sudah jelas ada pelanggaran adat begini ya ada sanksi adat sebagai konsekuensi. Jadi bisa jadi mungkin nanti didenda mungkin sampai 50 kerbau,” ungkap Benyamin Rante Allo, Ketua Umum TAST sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Sementara itu, Amson Padolo yang merupakan Ketua PMTI Makassar menilai Pandji salah kaprah dalam memahami budaya Toraja. Padahal tradisi menyemayamkan jenazah dilakukan di ruang khusus dan bukan di ruang tamu seperti yang disebutkan oleh komika berusia 46 tahun tersebut.
Perlu diketahui, Upacara Rambu Solo menjadi simbol penghormatan terakhir terhadap orang yang meninggal dan mencerminkan nilai kasih sayang, solidaritas, serta penghargaan terhadap kehidupan.
Secara tegas Amson mengatakan jika humor yang menyinggung budaya tak bisa dibenarkan. Ia menuntut Pandji untuk bertanggung jawab secara moral serta meminta maaf kepada masyarakat Toraja atas candaan yang dianggap melecehkan identitas budaya Toraja.
Setelah viral di media sosial, melalui postingan di akun Instagram-nya, @pandji.pragiwaksono, ia pun memberi klarifikasi. Di akhir pernyataannya, Pandji menyebut momen ini sebagai pembelajaran untuk dirinya.
“Saya akan belajar dari kejadian ini dan menjadikannya momen untuk menjadi pelawak yang lebih baik, lebih peka, lebih cermat, dan lebih peduli. Semoga para komika di Indonesia terus bercerita tentang adat dan tradisi bangsa ini dengan cara yang lebih baik, lebih bijak, dan lebih menghormati,” tutupnya.
