Jakarta, GPriority.co.id – Nama dokter dan kreator konten kesehatan dr. Gia Pratama menjadi sorotan di Threads setelah unggahannya mengenai Pemilu 2029 mendapat komentar yang menyerang kehidupan pribadinya.
Polemik kemudian berkembang setelah sejumlah netizen mengecam komentar tersebut hingga muncul unggahan surat somasi terbuka yang ditujukan kepada pemilik akun pemberi komentar.
Peristiwa bermula ketika dr. Gia Pratama mengunggah pertanyaan kepada Meta AI mengenai kapan Pemilu 2029 akan berlangsung dan berapa bulan lagi menuju pesta demokrasi tersebut. Unggahan yang awalnya membahas jadwal politik itu kemudian mendapat respons personal dari salah satu pengguna Threads.
Akun @randiyawan__ranath menuliskan komentar yang membawa persoalan kehamilan istri dr. Gia. Komentar tersebut berbunyi, “mending lu tanya dok 2029 bisa ga hamilin bini lu,” tulis akun tersebut.
Komentar itu kemudian memicu reaksi dari pengguna Threads lainnya. Sejumlah netizen menilai komentar tersebut telah keluar dari konteks pembahasan dan menyerang kehidupan pribadi dr. Gia bersama istrinya.
Dr. Gia kemudian memberikan balasan. Ia tidak membalas komentar tersebut dengan serangan serupa, melainkan menegaskan bahwa kebahagiaan rumah tangganya tidak bergantung pada kehadiran anak.
“dengan ataupun tanpa anak. hidup kami berdua akan tetap bahagia,” balas dr. Gia.
Polemik kembali memanas setelah akun lain turut memberikan komentar yang menyinggung persoalan anak dan kehidupan rumah tangga dr. Gia.
“@giapratamamd dok katanya udah haji udh umroh ya bukannya doain minta anak malah ketikannya lemes bgt ngeframing melulu pantes lah dok gak di kasih tuhan anak ???” tulis akun @larasitadheatya.
Komentar tersebut semakin mengundang kecaman dari pengguna Threads. Sebagian warganet membela dr. Gia dan mengecam komentar yang dinilai telah memasuki ranah privat.
Di tengah perdebatan, muncul pula pengguna media sosial yang berusaha mencari identitas pemilik akun pemberi komentar. Langkah tersebut perlu dihindari apabila berujung pada penyebaran data pribadi atau doxxing, terlebih ketika identitas seseorang belum diverifikasi secara resmi.
Perkembangan berikutnya datang dari akun @reynaldoaritonang96 yang mengunggah surat somasi terbuka kepada pemilik akun yang disebut sebagai Ranat Agung Randiawan. Dalam unggahan tersebut, Reynaldo meminta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf kepada dr. Gia.
“SURAT SOMASI TERBUKA. RANAT AGUNG RANDIAWAN sebagai pemilik akun @maafkan.dok yang sudah berganti nama. Dengan ini saya Reynaldo Aritonang mengirimkan Surat Somasi Terbuka atas ketikan kamu yang kamu tulis di Akun Dokter Gia Pratama yang merendahkan @giapratamamd,” tulisnya.
Ia juga menyatakan telah mengetahui identitas dan alamat pemilik akun serta memberikan batas waktu 1×24 jam untuk permintaan maaf.
Hingga kini, somasi tersebut merupakan unggahan dari pihak yang mengatasnamakan pengirim somasi dan belum dapat dipastikan sebagai proses hukum resmi melalui sumber independen. Begitu pula klaim mengenai identitas akun maupun dugaan bahwa akun tersebut merupakan buzzer belum terverifikasi secara independen.
