Jakarta, GPriority.co.id – Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) menyebabkan sekitar 96 orang mengalami luka, baik berat maupun ringan. Salah satu korban luka berat adalah siswa kelas 10C bernama Aufa.
Ayah korban, Ugi Abdurahman, saat ditemui di SMAN 72 Jakarta, Senin (10/11), menyampaikan bahwa anaknya harus menjalani operasi hingga tiga kali akibat luka serius yang dialami.
“Ya udah dua kali operasi, operasi kepala, gendang telinga, sama ini, sama tangan lengan. Terus ada operasi ketiga katanya. Operasi kepala, dilihatin ke saya ada kelainan di dekat batang otak,” kata Ugi kepada wartawan.
Ugi menjelaskan, Aufa mengalami luka saat ledakan pertama terjadi di area masjid sekolah. Saat ledakan berikutnya terjadi, Aufa sudah dalam kondisi tidak sadar.
“Dekat sekali. Dia ada di peledakan pertama (masjid). Dekat sekali dia. Informasi anak, katanya dia dekat dengan peledakan, tapi dia gak tau ada peledakan 2 dan 3. Jadi, saat peledakan pertama ya udah dia nggak sadar. Nah, digotong sempat viralnya karena darahnya banyak. Jadi, temannya teriak, Aufa kritis, Aufa, kritis,” jelasnya.
Saat ini, lanjut dia, Aufa masih dirawat di RS Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.Â
Ugi mengatakan, kondisi anaknya mulai membaik meski masih harus menjalani operasi lanjutan.
“Sudah alhamdulillah (sudah sadar). Katanya ada hasil ronseng itu, ini ada kelainan sarafnya,” ucapnya.
Sebagai informasi, terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat siang (7/11).
Pertemuan yang terjadi di dalam masjid sekolah sekitar pukul 12.15 WIB tersebut mengakibatkan sekitar 96 orang menjadi korban.
Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, dan Rumah Sakit Pertamina.
Adapun ledakan pelaku merupakan seorang siswa SMAN 72 Jakarta. Terduga pelaku termasuk dalam korban luka berat dan telah menjalani operasi akibat luka yang dialaminya.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga merupakan korban perundungan (bullying). Namun, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
