Jakarta, GPriority.co.id – Sekolah SMAN 72 Jakarta tampak sepi pada hari pertama kegiatan belajar mengajar setelah insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11) pekan lalu.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan pembelajaran di SMAN 72 Jakarta dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (10/11/2025). Kebijakan ini diambil karena lingkungan sekolah masih dalam proses sterilisasi oleh pihak kepolisian pasca ledakan.
Berdasarkan pantauan GPriority pada Senin (10/11) sekitar pukul 07.15 WIB, area sekolah terlihat lengang. Gerbang utama tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas, baik dari guru maupun para siswa.
Sekitar pukul 07.33 WIB, layanan psikologi dari Polda Metro Jaya tiba di lokasi. Selain itu, tampak pula satu siswa berseragam SMA memasuki area sekolah.

Sebagai informasi, terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat siang (7/11). Ledakan yang terjadi di dalam masjid sekolah sekitar pukul 12.15 WIB tersebut mengakibatkan sekitar 96 orang menjadi korban.
Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, dan Rumah Sakit Pertamina.
Adapun pelaku ledakan merupakan seorang siswa SMAN 72 Jakarta. Terduga pelaku termasuk dalam korban luka berat dan telah menjalani operasi akibat luka yang dialaminya.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga merupakan korban perundungan (bullying). Namun, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
