Beri Bantuan Alat Olahraga Untuk Korban Banjir, Erick Thohir Dikritik

Beri Bantuan Alat Olahraga Untuk Korban Banjir, Erick Thohir Dikritik/Foto : Dok. PSSI Beri Bantuan Alat Olahraga Untuk Korban Banjir, Erick Thohir Dikritik/Foto : Dok. PSSI

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir turut menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari ANTARA pada Kamis (4/12), Erick menyebut Kemenpora menyalurkan bantuan alat-alat olahraga. Ia berharap lewat bantuan tersebut dapat berperan dalam pemulihan pascabencana.

“Kami tentu ingin berperan aktif tetapi setelah atau pasca pemulihan, karena kami ingin juga membantu para korban selamat hibur dengan kebahagiaan. Tentu dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami,” ujar Erick.

Lebih lanjut Erick menyebut, pemberian bantuan berupa alat olahraga ini menjadi bentuk dukungan psikologis untuk kembali menghadirkan kebahagiaan dari warga yang terkena dampak bencana banjir bandang, bukan saat kondisi masa kritis.

Menurutnya, bantuan mendasar seperti pangan, obat-obatan, serta kebutuhan utama lainnya saat ini telah ditangani oleh pemerintah pusat dan daerah dalam jumlah banyak.

Kendati demikian, publik justru merasa bingung dan mengkritik tindakan Erick. Banyak warganet yang menilai bahwa bantuan alat olahraga untuk korban bencana banjir bandang tidak relevan dengan kebutuhan mendesak para korban yang sampai saat ini masih berjuang mendapatkan makanan, tempat tinggal yang layak, air bersih, hingga pemulihan infrastruktur.

Menurut warganet, Kemenpora seharusnya lebih memprioritaskan penggunaan dana dan sumber daya untuk membantu pembersihan lumpur, perbaikan fasilitas publik, serta penyediaan alat kebersihan dan kebutuhan mendasar lainnya.

“Yang penting ngasih, bukan ngasih yang penting,” tulis seorang warganet.

“Masyarakat lagi kelaparan @erickthohir bukan mau olahraga ditempat musibah. Kok kocak sih pak cari panggungnya,” komentar warganet lainnya.

Lewat beragam respon tersebut publik berharap kebijakan kementerian dapat lebih selaras dengan urgensi kondisi di lapangan. Selain itu, pemerintah juga dikritik agar lebih memprioritaskan prioritas kemanusiaan ketimbang mengikuti tupoksi yang ada.