Kesepian Saat Liburan? Coba 6 Cara Ini Untuk Tingkatkan Fungsi Otak

Ilustrasi liburan/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Ilustrasi liburan/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Liburan menjadi waktu yang paling tepat untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih. Terlebih, bersosialisasi sangat bermanfaat bagi otak untuk merangsang fungsi kognitif dan mernurunkan hormon stres seperti kortisol yang mengurangi peradangan dan tekanan darah.

Sayangnya, tak semua orang memiliki lingkaran pertemanan dan keluarga yang bisa menemani saat liburan. Namun tak perlu khawatir, berikut ini 6 cara untuk meningkatkan fungsi otak selama liburan dan mampu mengatasi kebosanan meski hanya sendirian, dilansir dari NY Post.

1. Memulai hobi baru

Memulai hobi baru merupakan salah satu cara untuk mencegah demensia hingga penyakit Alzheimer. Misalnya saja seperti belajar bahasa atau alat musik, yang terbukti dapat memicu pertumbuhan koneksi saraf baru di otak. Pada dasarnya hal ini dapat menjaga otak tetap awet muda dengan melibatkan area otak yang berbeda, mirip dengan olahraga.

Jika anda tidak menggunakan otot-otot tertentu, maka otot-otot akan menyusut ukuran dan kekuatannya. Sehingga, semakin sering melatih pikiran, dapat memperkuat jalur otak yang jarang digunakan.

Bermain gitar, misalnya, dapat merangsang bagian otak yang bertugas untuk koordinasi, fokus, serta memori. Selain itu hobi lain yang dapat merangsang fungsi otak antara lain tai chi dan memasak.

2. Bermain teka-teki

Teka-teki bukan hanya mengasah pikiran, namun juga meningkatkan fungsi otak. Seperti sudoku misalnya, membutuhkan pemikiran logis dan pengenalan pola numerik. Sementara teka-teki silang meningkatkan kosakata dan daya ingat.

3. Menari

Mengikuti kelas tari juga sangat baik dan perlu dicoba. Aktivitas ini bukan hanya melibatkan fisik, namun juga sosial serta kognitif. Dengan menari dan mendengarkan musik dapat mengurangi stres juga mengaktifkan area otak yang berkaitan dengan kesenangan, ingatan, serta emosi.

4. Manfaatkan teknologi

Jika anda tidak bisa berkumpul dengan orang-orang terkasih pada liburan kali ini, anda dapat memanfaatkan teknologi untuk mengirim pesan teks, menelpon, hingga video call dengan mereka.

Selain mengurangi kortisol dan merangsang otak, koneksi sosial juga meningkatkan produksi faktor neurotropik turunan otak (BDNF), molekul yang sering disebut sebagai pupuk ajaib karena mendorong pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel otak, serta mendukung koneksi antar sel-sel tersebut.

5. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesamaan minat

Kesepian bisa sama berbahayanya bagi kesehatan otak seperti perilaku berisiko lain, salah satunya merokok. Salah satu teori menyebut bahwa kesepian dapat meningkatkan hormon stres dan peradangan dalam tubuh, hingga merusak pembuluh darah dan otak.

Kesepian juga dapat memengaruhi laju penumpukan protein abnormal di otak, terutama protein yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Cobalah untuk menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang memiliki minat sama. Bergabung dengan komunitas, salah satunya.

6. Rutin jalan kaki

Apa pun yang membuat tubuh anda bergerak akan membawa dampak positif. Hanya perlu 3.000 langkah untuk meningkatkan kinerja otak. Selain itu, aktivitas jalan kaki juga bisa meningkatkan kesehatan jantung dan organ lainnya.

Gaya hidup yang baik dan konsisten sangat ampun untuk meningkatkan kesehatan otak dan berpotensi memperlambat penurunan kognitif. Hindari terlalu banyak duduk atau berbaring selama liburan. Selain itu, penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, untuk meningkatkan kesehatan.