Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Tinggalkan Duka, 121 Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian

Ribuan buah-buahan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur rusak, usai kebakaran hebat pada Senin (15/12) kemarin/Foto Fifi Abdurahman Ribuan buah-buahan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur rusak, usai kebakaran hebat pada Senin (15/12) kemarin/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kebakaran hebat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (15/12), meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang, terutama mereka yang telah lama menggantungkan hidup di pasar tersebut.

Berdasarkan pantauan GPriority di lokasi pada Selasa (16/12) sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi pasar tampak dipenuhi arang hitam sisa kebakaran. Ribuan buah-buahan yang sebelumnya dijual para pedagang terlihat berserakan dan tidak lagi layak untuk dikonsumsi.

Kondisi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, usai kebakaran hebat pada Senin (15/12) kemarin/Foto Fifi Abdurahman
Kondisi Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, usai kebakaran hebat pada Senin (15/12) kemarin/Foto Fifi Abdurahman

Salah satu pedagang buah pepaya, Karta (55), mengaku sangat terpukul atas musibah kebakaran tersebut. Ia mengatakan telah lebih dari 10 tahun berjualan di Pasar Induk Kramat Jati.

“Udah 10 tahun lebih (berjualan di pasar Induk Kramat Jati). Ya namanya musibah, mau gimana lagi. Mau usaha lagi gitu,” kata Karta kepada GPriority di lokasi kebakaran.

Karta berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera memulihkan kondisi pasar agar ia dan pedagang lainnya bisa kembali berjualan.

“Secepatnya, biar bisa usaha lagi gitu. Kita istirahat dulu, karena gak ada yang ditempatin. Gak bisa dagang,” pungkasnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12) pagi dan menghanguskan sekitar 350 kios, yang ditempati 121 pedagang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari sebuah toko plastik. Toko tersebut menyimpan banyak bahan mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar dan merambat ke kios-kios lain di sekitarnya.