Jakarta, GPriority.co.id – Band rock asal Inggris, Oasis menggelar konser perdananya di Cardiff pada Jumat (4/7). Oasis kembali setelah 16 tahun vakum karena konflik internal. Kembalinya band Britpop pada era 1990-an itu membuat puluhan ribu penggemarnya sangat antusias.
Sekitar 74.500 penonton memadati stadion untuk menyaksikan momen bersejarah yang telah lama dinantikan para penggemar Britpop di seluruh dunia.
Konser dibuka dengan lagu “Hello”, menandai kembalinya Liam dan Noel Gallagher ke atas panggung sebagai satu band, dengan lirik pembuka “it’s good to be back” terasa simbolis. Lagu berikutnya, “Acquiesce”, menampilkan duet vokal keduanya, menciptakan salah satu momen paling langka dan emosional sepanjang karier Oasis.
Dalam siaran pers jelang tur bertajuk The Great Wait Is Over, Liam dan Noel menulis, “The guns have fallen silent. The stars have aligned. The great wait is over. Come see. It will not be televised.”
Dibentuk pada 1991, Oasis dikenal melalui lagu-lagu ikonik seperti “Wonderwall”, “Champagne Supernova”, “Don’t Look Back in Anger”, dan “Live Forever”. Album debut Definitely Maybe (1994) langsung mencetak rekor sebagai album debut tercepat terjual di Inggris. Kesuksesan ini diperkuat lewat album kedua What’s the Story Morning Glory? (1995) yang menjadikan Oasis ikon Britpop dunia sejajar dengan The Beatles.
Namun, di tengah puncak ketenaran, konflik internal kerap membayangi perjalanan band. Puncaknya terjadi pada 2009, ketika Noel Gallagher memutuskan keluar setelah pertengkaran di belakang panggung Rock En Seine Festival, Paris. Sejak saat itu, Oasis resmi bubar dan kedua Gallagher menempuh karier musik masing-masing.
Reuni tahun ini menjadi kenyataan setelah spekulasi panjang. Tur yang semula direncanakan di Inggris kini diperluas hingga ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Konser Cardiff juga menjadi ajang penghormatan emosional. Saat lagu “Live Forever” dibawakan, layar besar menampilkan foto Diogo Jota, pemain Liverpool dan timnas Portugal yang meninggal sehari sebelumnya dalam kecelakaan mobil. Momen tersebut mengundang keharuan penonton yang larut dalam nostalgia.
Meski interaksi di atas panggung antara Liam dan Noel tampak terbatas, keduanya menutup penampilan dengan pelukan singkat yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Lagu-lagu pamungkas seperti “Don’t Look Back in Anger”, “Wonderwall”, dan “Champagne Supernova” menjadi klimaks malam penuh kenangan itu.
“Terima kasih sudah bertahan bersama kami selama ini,” ujar Liam Gallagher, menutup konser dengan suara yang terdengar penuh emosi.
Foto: istimewa
