Alas Kaki dan Herbal Made In Indonesia Di Serbu Nigeria

Lagos,Gpriority- Salah satu cara membangkitkan perekonomian Indonesia di tengah Pandemi Covid-19 adalah ekspor.

Guna meningkatkan kembali ekspor Indonesia, Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos menggelar forum bisnis dan One on One Business Consultation di Kota Kano, Nigeria.

Dalam forum bisnis tersebut, ITPC Lagos turut memperkenalkan produk makanan dan minuman, jamu, batik, sepatu, dan sandal kulit Indonesia kepada para pelaku usaha Nigeria. “Pada sesi konsultasi bisnis, terdapat permintaan informasi tambahan mengenai produk pakaian wanita dan anak, serta perkakas dapur oleh para pelaku usaha Kano,”  jelas Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan dalam siaran persnya  yang dikirim Humas Kemendag, Senin (14/6/2021).

Terkait alasan Nigeria dipilih sebagai salah satu negara tujuan ekspor, Hendro menjelaskan bahwa Nigeria merupakan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia dengan jumlah penduduk saat ini mencapai lebih dari 200 juta jiwa. Sedangkan di Negara Bagian Kano sendiri, jumlah penduduknya mencapai 20 juta jiwa. Pasar Sabon Giri di Negara Bagian Kano yang sempat dikunjungi 26 Mei lalu juga banyak menjual produk obat dan herbal Indonesia.

Presiden Kano Chambers of Commerce, Industry, Mines & Agriculture (KACCIMA) Dalhatu Abubakar dalam siaran pers tersebut menyampaikan bahwa beberapa produk Indonesia yang diminati anggota KACCIMA yaitu kertas, alat pertanian, suku cadang kendaraan, batik, fesyen muslim, alas kaki, herbal dan ban. “ Tetapi kalau ditanya apa yang paling diminati saya akan menjawab alas kaki dan herbal,” tukas Dalhatsu.

Dalhatu dalam release tersebut juga mengundang perusahaan Indonesia untuk berinvestasi pada kawasan industri Kano. Sehingga, lebih dekat dengan konsumen di Kano.

Hendro pun menyampaikan ucapan terima kasih atas undanagan KACCIMA dan akan menyampaikannya kepada pelaku usaha di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut. Hendro  juga mengundang para pelaku bisnis Nigeria untuk kembali berpartisipasi pada TEI ke-36.TEI ke-36 akan dilaksanakan pada 20–24 Oktober 2021 secara hibrida dengan mempertimbangkan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia. Kami berharap para pelaku usaha Nigeria, khususnya Kano dapat kembali berpartisipasi pada TEI ke-36,tutup Hendro.(Hs.Foto.dok.Humas Kemendag)

Related posts