Aliansi Islam Polisikan Panji Pragiwaksono soal Materi “Mens Rea”

Komika Pandji Pragiwaksono saat stand-up berjudul “Mens Rea”/Foto Instagram Pandji Pragiwaksono Komika Pandji Pragiwaksono saat stand-up berjudul “Mens Rea”/Foto Instagram Pandji Pragiwaksono

Jakarta, GPriority.co.id – Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy berjudul “Mens Rea”. Laporan tersebut diajukan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Laporan itu telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026) dengan nomor STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporan tersebut, Pandji dipersangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, khususnya Pasal 300 dan Pasal 301 yang mengatur tentang tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan.

Perwakilan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Rizki Abdul Rahman Wahid, mengatakan laporan itu dilayangkan atas dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam. Menurutnya, Panji telah merendahkan dan memfitnah organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah.

“Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” kata Rizki dalam keterangannya di kutip dati Antara, Jumat (9/1).

Rizki menyebut pihaknya merasa keberatan karena dalam narasi materi stand-up tersebut disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis. Bahkan, kata dia, organisasi tersebut digambarkan memperoleh konsesi tambang sebagai imbalan dukungan dalam kontestasi pemilu.

“Ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” katanya.

Ia menilai pernyataan tersebut sangat mencederai perasaan dirinya serta kader dan generasi muda NU dan Muhammadiyah. Karena itu, Rizki berharap laporan yang telah disampaikan segera ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya.

“Kalau bisa secepatnya untuk dipanggil untuk diklasifikasi dan kalau ada memang berikut bukti-bukti yang kita lampirkan bisa ditindaklanjuti secepatnya bisa diproses,” pungkas Rizki.

Sebagai informasi, pada 30 Agustus 2025, Pandji Pragiwaksono menggelar special show bertajuk Mens Rea di Indonesia Arena dengan tiket berbayar. Rekaman pertunjukan tersebut kemudian ditayangkan di Netflix pada 27 Desember 2025.

Dalam salah satu materinya, Pandji menyinggung isu politik balas budi serta kebijakan pemerintah yang memberikan hak pengelolaan tambang kepada organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Ada yang ngerti politik balas budi? ‘Gua kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gua sesuatu lagi’. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?” ujar Pandji dalam special show-nya.

“Karena diminta suaranya, ‘gua kasih sesuatu lo suka’, happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Dan, biar kita adil, sebenarnya tidak hanya ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak,” tambahnya.