Jakarta, GPriority.co.id – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) resmi melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga membuat serta menyebarkan meme Ketua UmumPartai Golkar, Bahlil Lahadalia ke Polda Metro Jaya.
Menurut Wakil Ketua Umum AMPG, Sedek Bahta bersama tim kuasa hukumnya, laporan ini telah dilayangkan pada Senin (20/10) kemarin sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA.
Sedek menyebut, unggahan-unggahan tersebut sudah melampaui batas menyerang pribadi serta marwah Bahlil. Berbagai postingan yang beredar di media sosial itu dinilai telah memenuhi unsur pidana yang diatur dalam UU ITE Pasal 27 dan 28, serta Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.
Sedek melanjutkan, sebagian akun yang telah disomasi sudah menunjukkan itikad baik untuk menghapus unggahan pada akun media sosial mereka.
“Kami tidak menutup kemungkinan semua akun yang mengunggah, memposting, atau me-repost konten-konten serupa juga akan kami sisir,” tegas Sedek.
Hingga saat ini, Sedek melaporkan, sudah ada lima hingga tujuh akun media sosial yang dilaporkan. Kendati demikian, jumlahnya dapat bertambah seiring dengan proses penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa unggahan yang beredar di media sosial dinilai tak pantas karena mengandung hinaan lewat kalimat seperti “wudhu pakai bensin” dan “melempar jumroh dengan batu bara”.
Sedek menekankan, kendati laporan telah diterima, namun ruang mediasi masih terbuka lebar bagi pihak yang telah disomasi untuk melakukan permintaan maaf secara resmi kepada Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) tersebut.
AMPG menegaskan jika langkah hukum yang diambil ini sebagai bentuk langkah untuk melindungi kehormatan partai serta memberi efek jera bagi pembuat dan penyebar konten yang dianggap melecehkan dan berlebihan.
Sementara itu, ditelusuri dari salah satu akun media sosial yang dilaporkan, @kementerian_kurangajar, mereka melakukan protes melalui salah satu postingannya setelah dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Lucu sekali, akun meme dianggap ancaman besar sampai dilaporkan ke polisi, sementara akun-akun promosi judol yang jelas-jelas merampok duit rakyat masih bebas joget di timeline. Ternyata lebih gampang memberantas humor daripada memberantas judi. Kalau memang meme dianggap lebih berbahaya, mungkin solusinya sederhana: jadikan saja judi online dalam bentuk meme, biar ikut cepat dibasmi,” tulis akun tersebut.
“Udah miskin, nyari bensin murni di SPBU Shell kosong. Kritik pemerintah nggak didengerin, cemoh pemerintah, eh akun gue malah dilaporin ke polisi. Hidup macam apa ini?,” tulis akun tersebut pada postingan lainnya.
