Anas Dorong Penguatan Digitalisasi di Lingkup BP2MI, Termasuk Penanganan Masalah Pekerja Migran Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas mendorong penguatan digitalisasi dan keterpaduan layanan di lingkup Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Upaya ini kata Anas, juga untuk menangani masalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di lapangan agar lebih responsif.

“Saya harap kedepan BP2MI nanti akan turut mengintegrasikan layanan yang dilakukan. Ini awalnya akan sulit tapi kita akan punya GovTech untuk menginteroperabilitaskan layanan ke dalam satu Portal Layanan Nasional,” kata Anas dalam Rapat Kerja Teknis BP2MI Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (16/1).

Anas mengungkapkan saat ini paradigma lama sudah berubah menjadi paradigma baru yang sesuai kebutuhan masyarakat, menerima kritik, dan partisipatif.

“BP2MI sudah mengubah paradigma dari yang semula “pemerintah mengatur masyarakat” menjadi “pemerintah bekerja bersama masyarakat”,” tuturnya.

Mantan Bupati Banyuwangi itu juga mengapresiasi agresivitas simplifikasi proses bisnis di BP2MI. Menurutnya, saat ini BP2MI telah memangkas berbagai layanan yang sebelumnya cukup panjang.

“Saya apresiasi karena BP2MI terus melakukan perbaikan untuk penguatan sinergitas tata kelola penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” ujarnya.

Disamping itu, Anas juga mengingatkan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan tahun 2024 sudah di depan mata.

Dia mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkup BP2MI tetap menjaga netralitas, menguatkan soliditas, dan profesionalitas ASN selama perhelatan lima tahunan ini berlangsung.

“Netralitas ASN menjadi salah satu kunci keberhasilan dari pesta demokrasi terbesar di dunia. Mari kita kawal bersama agar ASN imparsial dan bebas dari pengaruh agar pelayanan publik akan terhambat,” ucapnya.