Anies Baswedan Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Riyadh, Apa Tugasnya?

Anies Baswedan resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Royal Commission for Riyadh City (RCRC), lembaga strategis di bawah Pemerintah Arab Saudi/Foto : Dok. X @aniesbaswedan Anies Baswedan resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Royal Commission for Riyadh City (RCRC), lembaga strategis di bawah Pemerintah Arab Saudi/Foto : Dok. X @aniesbaswedan

Riyadh, GPriority.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali mencuri perhatian internasional setelah resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Royal Commission for Riyadh City (RCRC), lembaga strategis di bawah Pemerintah Arab Saudi yang bertugas mendorong transformasi Riyadh menjadi salah satu pusat ekonomi dunia, baru-baru ini.

Kehadiran Anies dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF) menjadi bagian dari forum pertukaran gagasan bersama para pakar perkotaan dan penasihat kota dari berbagai negara.

Sebagai Dewan Penasihat RCRC, tugas Anies bukan menjalankan pemerintahan harian Kota Riyadh, melainkan memberikan masukan strategis, gagasan, serta pengalaman terkait pembangunan kota modern kepada Pemerintah Arab Saudi.

Dalam forum tersebut, Anies menyoroti perkembangan transportasi publik Jakarta yang kini mulai dipandang dunia sebagai salah satu contoh sukses pembangunan sistem transportasi terintegrasi.

“Pengalaman Jakarta dalam membangun transportasi modern mulai dilirik kota-kota global, termasuk Riyadh, sebagai referensi pengembangan kota yang lebih nyaman, terhubung, dan kompetitif,” ujar Anies dalam keterangannya usai menghadiri forum tersebut, dikutip dari ANTARA.

Menurut Anies, pembangunan kota modern tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menilai sistem transportasi publik yang terintegrasi menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan kota yang layak huni dan produktif.

Anies juga mencontohkan bagaimana integrasi layanan MRT Jakarta, TransJakarta, LRT, hingga pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) berhasil mengubah pola mobilitas masyarakat ibu kota. Transformasi tersebut, kata dia, kini mulai diperhatikan sejumlah kota dunia yang tengah melakukan pembenahan tata kota dan transportasi publik.

“Jakarta menunjukkan bahwa kota di negara berkembang juga mampu menghadirkan sistem transportasi yang modern dan kompetitif di tingkat global,” katanya.

Lebih lanjut, Anies berharap semakin banyak kota di Indonesia yang mampu berkembang menjadi kota global dan menjadi inspirasi bagi dunia internasional. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan, keterhubungan, dan akses yang merata bagi seluruh masyarakat.

“Saya berharap kota-kota di Indonesia dapat berkembang menjadi kota global yang layak huni sekaligus memberi inspirasi bagi kota-kota lain di dunia,” tutur Anies.

Penunjukan Anies sebagai Dewan Penasihat RCRC dinilai menjadi pengakuan internasional terhadap pengalaman Jakarta dalam melakukan transformasi perkotaan, khususnya di sektor transportasi publik.

RCRC sendiri merupakan lembaga penting di bawah Kerajaan Arab Saudi yang memiliki mandat besar mendukung visi transformasi Riyadh sebagai kota modern kelas dunia.

Keterlibatan Anies dalam forum strategis tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan gagasan pembangunan kota modern di tingkat internasional.