AOE 2023, Provinsi Papua Semakin Terbuka Untuk Investor

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Haris

Tangerang, Gpriority.co.id – Pemerintah Provinsi Papua siap menyambut kedatangan para investor. Perlahan tapi pasti sejumlah kendala yang menghambat investasi mulai tertangani.

Kendala investasi di Provinsi Papua salah satunya ialah minimnya sarana dan prasarana penunjang. Namun Presiden Joko Widodo telah berhasil membuka keterisoliran Papua utamanya dengan membangun banyak jalan dan jembatan. “Dengan kondisi itu kami menjadi lebih siap dan percaya diri menyambut investor,” ujar Agus, Kepala seksi pengembangan DPMPTSP Papua.

Dirinya juga mempercayai jika nantinya sudah terpilih Gubernur Definitif, Pemprov Papua akan lebih fokus menangani investasi. “Kepala Daerah pasti melihat bahwasanya investasi itu penting bagi Papua,” jelasnya kepada G Priority di ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2023 ICE BSD. Dengan investasi, sebutnya, maka akan menyerap banyak tenaga kerja, perputaran uang di Papua yang besar dan berujung pada peningkatan ekonomi.

Saat ini sendiri menurutnya sudah banyak perusahaan yang berinvestasi di Papua mulai dari Perhutanan, Perikanan Kelautan hingga Pertambangan. Khusus pertambangan, Agus menjelaskan, Papua tidak hanya terkenal dengan Freeport saja. Lebih dari itu banyak potensi pertambangan di Papua yang belum tergali, dilirik dan dikelola mengingat masih adanya kendala terkait proses perijinan.

Memang pemerintah telah menjalankan Online Singe Submission (OSS) untuk mempermudah perijinan. Namun nyatanya di lapangan para investor masih menghadapi sejumlah tantangan. Seperti minimnya infrastruktur di wilayah pegunungan serta menyangkut hak ulayat masyarakat adat terkait tanah. Jika sudah demikian, pemerintah harus berdiri di tengah-tengah. Pendekatan ke masyarakat harus dilakukan, bagaimana meyakinkan mereka dan tidak merugikannya. Disisi yang lain juga menjamin agar investor usahanya tetap jalan. “Investasi kan tidak hanya menguntungkan pemerintah, masyarakat juga diuntungkan dengan adanya penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.