Papua,Gpriority.co.id-Dalam rangka mempermudah kerja Pemerintah Provinsi Papua dalam melindungi hutan, melestarikan lingkungan hidup serta memantau luasan kawasan tutupan hutan, Gubernur Lukas Enembe memperkenalkan aplikasi Mapbiomas Indonesia.
Menurut Lukas Enembe, aplikasi Mapbiomas pertama kali dikembangkan di Brazil kemudian dibawa ke Indonesia oleh KPK dan dipergunakan oleh Pemerintah Provinsi yang ada di Pulau Jawa, Sumatera maupun Sulawesi.
” Dengan adanya aplikasi ini ini Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua sangat terbantu sekali dalam melakukan pemantauan tutupan lahan di Papua yang dinilai sebagai kawasan atau provinsi dengan luasan hutan terbesar di Indonesia, bahkan dunia,” jelas Lukas Enembe.
Lukas Enembe juga mengucapkan terima kasih kepada Jerat Papua, Yayasan AURIGA Nusantara, dan Mnukwar Papua Barat yang telah memperkenalkan alat ini kepada dirinya dan juga Dinas Lingkungan Hidup Papua.
“Terima kasih kepada Jerat dan teman-teman yang sudah memperkenalkan aplikasi Mapbiomas, sehingga membantu kita, untuk bagaimana bisa mengetahui adanya pembukaan pada tutupan lahan hutan di Provinsi Papua,“ ungkap Lukas Enembe.
Sementara itu Sekretaris Eksekutif JERAT Papua, Septer Manufandu mengatakan, apa yang diperkenalkan oleh Yayasan Auriga Nusantara telah di lakukan di seluruh Nusantara, baik di Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera maupun Sulawesi, sehingga ini merupakan pola baru yang dikembangkan di Indonesia, yang sebelumnya dikembangkan di Brazil, untuk pemantauan dan tutupan tata guna lahan.
Jerat berharap aplikasi ini bisa membantu Pemprov Papua dalam mengawasi kelas tutupan lahan.” Intinya platfon ini adalah menghasilkan ada sepuluh kelas tutupan lahan. Ada hutan alam, mangrove, hutan tanaman tumbuhan non hutan, sawit pertanian lainnya, tambang, dan juga pemukiman Infrastruktur lalu tambah dan tubuh air,“ kata Pimpinan Yayasan Auriga Nusantara, Timer Manurung menambahkan ucapan Septer.(Hs.Foto.prov Papua)
