Jakarta, GPriority.co.id– PT Astra International Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 34,05 triliun pada 2024. Adapun realisasi ini tumbuh 1,129 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.,
Direktur Utama Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan grup mencatatkan laba bersih secara solid pada 2024, dengan resiliensi kinerja dari portofolio yang terdiversifikasi, meskipun sentimen konsumen di Indonesia melemah.
“Kontribusi yang lebih tinggi berasal dari bisnis sepeda motor, jasa keuangan, serta infrastruktur dan logistik, yang sebagian diimbangi oleh dampak penurunan penjualan mobil dan harga batu bara yang lebih rendah,” ujar Djony dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/2).
Berdasarkan segmen, kontributor terbesar laba bersih didapatkan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Pada tahun lalu, divisi ini menyumbang Rp 11,89 triliun atau turun 5,28 persen dibandingkan 2023.
“Laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi grup menurun dengan penurunan pada bisnis pertambangan batu bara, yang sebagian diimbangi oleh peningkatan kontribusi dari bisnis kontraktor penambangan dan pertambangan emas,” ucapnya.
Adapun kontribusi laba didapatkan dari divisi otomotif, dengan sumbangan laba bersih Rp 11,22 triliun atau minus 1,74 persen dibandingkan 2023. Hal ini dipengaruhi oleh dampak penjualan mobil yang lebih rendah di tengah pelemahan pasar mobil nasional, yang diimbangi dengan peningkatan kontribusi dari bisnis sepeda motor.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil pada 2024 sebanyak 863.723 unit atau turun 13,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Foto: Dok. Astra International
