Bagi-Bagi Sertifikat di Jateng, Jokowi: Silahkan ‘Disekolahkan’ Asal Dihitung

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden, Joko Widodo (Jokowi) mempersilahkan masyarakat menggunakan sertifikat tanah untuk agunan pinjaman di bank sebagai modal usaha atau ‘disekolahkan’. Namun, ia mengimbau agar perhitungan dan kalkulasi harus dilakukan secara detail.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menyerahkan 3.000 sertifikat tanah untuk rakyat pada Selasa, (23/1) di Stadion Krida Bhakti, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.

“Silakan ‘disekolahkan’ tapi dihitung. Kalau kira-kira sebulan nggak bisa nyicil mboten sah mawon, untungnya 10 juta nyicilnya 20 juta, nggak usah, ditutup niku mengke pun. Kalau untungnya 20 juta, nyicilnya 10 juta, itu bisa, kira-kira,” kata Jokowi dalam keterangan resminya dikutip GPriorty di Jakarta.

Disamping itu, Jokowi menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini pemerintah telah menyelesaikan 110 juta sertifikat dari total 126 juta sertifikat tanah di seluruh Tanah Air.

“Tinggal sedikit sekali hitungan saya kemarin kalau nggak ada Covid–Covid kan 2 tahun–kalau nggak ada Covid itu selesai 126 juta. Tapi enten Covid nggih mundur sedikit tahun depan pun rampung, pemerintah baru nanti yang menyelesaikan, tahun depan selesai,” ucap Presiden.

Lebih jauh, mantan Wali Kota Solo itu menegaskan jika sertifikat tanah merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Dia menjelaskan, adanya sertifikat tanah dapat mencegah terjadinya sengketa tanah dan konflik lahan.

“Sehingga nggak ada lagi yang namanya sengketa-sengketa. Kalau sudah pegang ini, di sini ada nama pemegang hak, luas tanah, alamat di sini semuanya komplet. Kalau ada orang datang (mengaku) ‘ini tanah saya’, ‘bukan, tanah saya, sertifikatnya ada ini.’ Sudah diam,” tuturnya

Foto: Birosetpers