Bandung Dilanda Banjir, Pengungsi Tak Hiraukan Anjuran Jaga Jarak

Bandung,Gpriority-Banjir kembali menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Sabtu (5/4/2020). Sebanyak tiga kecamatan yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, dan Kecamatan Bojongsoang, terdampak banjir akibat hujan deras yang berimbas naiknya permukaan Sungai Citarum.

Banjir merendam 24.602 rumah warga, 45 sekolah, 95 tempat ibadah dan 45 fasilitas umum dengan ketinggian air bervariasi, yang terparah mencapai ketinggian 3 meter. Per Senin (1/4/2020) ada 30.658 Kepala Keluarga dan 101.644 jiwa yang terdampak banjir. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 1.130 Kepala Keluarga dan 3.298 jiwa.

Sebagian warga yang terdampak banjir harus mengngsi. Untuk menekan penyebaran Covid-19 ditengah pengungsian, pemerintah memberikan himbauan agar tetap menjaga jarak (Social Distancing). Namun himbauan tersebut tidak dihiraukan oleh warga, mereka tetap berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Sementara itu, Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Ciamis mengeluarkan nomenklatur baru untuk para pemudik dari zona merah, yakni Migrasi Dalam Pemantauan (MDP). Sampai Minggu (5/4/2020), PIK Covid-19 Ciamis mencatat 20.106 pemudik ke Ciamis masuk dalam MDP.

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Ciamis, Bayu Yudiawan menjelaskan dari total MPD sebanyak 20.106 orang, sebanyak 5.027 orang telah selesai dalam masa pemantauan.

Adapun, puluhan relawan Taruna Merah Putih Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melakukan aksi peduli Covdi-19 dengan membagikan masker, hand sanitiser, dan melakukan penyemprotan disinfekstan.

Ketua Taruna Merah Putih Majalengka, Sabungan Simatupang mengatakan, pihaknya akan melakukan kegiatan penyemprotan ke 100 desa. Dalam menjalankan aksinya, para relawan menggunakan pakaian lengkap yang sesuai dengan protokol kesehatan. (VIA)

 

Related posts