Bangkit dari Pandemi Melalui Literasi Digital

igi,Gpriority-Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama setahun lebih dan tidak ada penunjukkan bahwa pandemi akan berakhir. Meski demikian masyarakat diminta tetap bangkit dari Pandemi, salah satu caranya melalui literasi digital. Berbekal alasan itulah maka di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Agustus 2021 di Sigi, Sulawesi Tengah.

Webinar yang diikuti oleh 624 peserta dimoderatori Febrina Stevani dan menghadirkan empat orang narasumber, yakni Executive Country Manager Financer.com Indonesia, Mentari Rahman; Founder Helper Indonesia, Abdul Razaq Amir; Head of Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda; serta pemengaruh & Putri Hijab Banten 2020, Riri Irianti. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan oleh Riri Irianti yang menyampaikan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Menurut dia, kecakapan digital berupa pemahaman terhadap aplikasi perlu dimiliki semua orang. Sebagai contoh, aplikasi untuk mendukung pembelajaran bagi guru dan tenaga pengajar, program pemasaran digital bagi para pelaku usaha, aplikasi untuk menampilkan konten kreatif, serta perangkat untuk kebutuhan transaksi dan keuangan. “Saya sebagai pemengaruh dituntut untuk selalu update, harus memiliki digital skill mulai dari pengambilan foto atau video, mengedit, sampai akhirnya konten yang baik bisa diunggah di sosial media,” katanya.

Selanjutnya, Abdul Razaq Amir menyampaikan paparan berjudul “UMKM Go Digital”. Ia mengatakan, sejumlah aplikasi digital perlu dipahami pengusaha kecil agar dapat bersaing. Misalnya, kiat pemanfaatan loka pasar dan toko daring, serta cara-cara untuk mengoptimalkan aplikasi pesan dan media sosial agar mendukung usaha. UMKM juga harus paham cara bertransaksi digital lewat transfer dan uang elektronik secara aman. “Sedangkan untuk menjangkau konsumen, teman-teman yang memiliki modal berlebih bisa menggunakan pemengaruh seperti selebgram, tetapi, bagi yang tidak punya modal berlebih bisa dari mulut ke mulut dan inipun cara marketing yang paling kuat,” imbuhnya.

Pemateri ketiga, Nailul Huda, memaparkan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, hingga kini peran UMKM di pasar ekspor masih rendah, hanya mencapai 14% dari total nilai ekspor. Selain itu, dari total 64,2 juta unit usaha kecil, hanya sekitar 13% yang telah masuk ke perdagangan digital. Bahkan, 90% produk di e-pasar masih didominasi oleh produk impor. “Di pedesaan, banyak pelaku usaha yang belum ingin memanfaatkan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa perangkat internet, smartphone, dan lainnya, padahal bantuan ini bisa digunakan untuk menunjang usaha. Sehingga, penting literasi digital di sana,” jelas dia.

Mentari Rahman, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Pilihan Investasi Aman dan Menguntungkan Selama Masa Pandemi Covid-19”. Ia mengatakan, hampir semua jenis investasi, seperti rekening tabungan, peer to peer lending, cryptocurrency, saham, forex, reksadana, properti, emas, dan obligasi telah tersedia secara daring. Masing-masing jenis investasi memiliki tujuan, risiko, dan kenaikan aset yang berbeda, sehingga warganet dapat memilih jenis investasi sesuai kebutuhan. “Lakukan diversifikasi investasi, baik itu emas, kripto, saham, atau reksadana untuk mengurangi risiko kerugian di masa depan,” sarannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu peserta, Wulandari, bertanya tentang kiat membuka peluang bisnis di masa pandemi Covid-19. Menanggapi hal tersebut, Abdul Razaq bilang, langkah pertama bisa dengan riset barang atau jasa apa yang sedang dibutuhkan masyarakat, kemudian ciptakan peluang baru.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

 

Related posts