Komunikasi Orang Tua dan Anak dapat Menciptakan Internet Sehat

Bone,Gpriority-Salah satu yang menjadi masalah masyarakat di Indonesia adalah kurangnya komunikasi dan keterbukaan antara orang tua dan anak saat tengah memakai internet. Akibatnya anak-anak sering membuka situs pornografi dan tontonan yang mengandung kekerasan. Permasalahan inilah yang kemudian menjadi topik pembahasan dalam , Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang digelar secara terpusat di Bone Sulawesi Selatan pada 27 Agustus 2021 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Siberkreasi dan Dyandra Promosindo.

Sesuai dengan topik pembahasannya, tema yang diangkat pun “Lindungi Diri Dari Bahaya Pornografi”. Diharapkan melalui tema ini, tidak akan lagi ada pornofragi dan porno aksi di kalangan anak-anak.

Program kali ini menghadirkan 679 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari penulis, Kartini Nainggolan; mahasiswi ITB, Andi Aura Amaliah; pegiat literasi, Muh Nur Akbar; dan anggota Polri, Arief Elnanda. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis, Azizah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Andi Aura Amaliyah yang membawakan tema “Keterampilan dan Pembelajaran Digital”. Menurut dia, perubahan di dunia digital harus diterima dan kita harus berusaha menyesuaikan. Seiring dengan hal itu, setiap individu dituntut memiliki inisiatif untuk belajar hal-hal baru, termasuk penggunaan teknologi.

Berikutnya, Arief Elnanda menyampaikan materi berjudul “Bahaya Pornografi”. Dia menyarankan untuk mengisi waktu dengan aktivitas produktif dan positif seperti olahraga, bekerja, atau melukis agar tidak tergantung media sosial dan internet berlebihan. “Kita bisa mengisi waktu dengan hobi dan tidak membuang waktu dengan menonton konten pornografi,” katanya.

Sebagai pemateri ketiga, Muh Nur Akbar membawakan tema tentang “Kecanduan Internet: Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Dia menekankan, orangtua hendaknya selalu memperbarui pengetahuan terkait perkembangan teknologi. Selain itu, buat kesepakatan batasan penggunaan gawai dan pemilihan pengunduhan aplikasi anak. “Orangtua bisa menambah kecakapan diri dengan memperbanyak literasi digital. Kemudian, pendampingan anak disesuaikan dengan usia agar komunikasi semakin terbuka,” ujarnya.

Adapun Kartini Nainggolan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Peran Orangtua dalam Pendidikan Internet Aman & Sehat untuk Anak”. Dia mengatakan, orangtua berperan dalam melindungi anak dari ancaman di dunia maya. “Aktifkan fitur seperti safe search dan family link demi menciptakan internet sehat bagi anak,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Langkah apa yang dilakukan orangtua untuk melindungi anak dari internet tidak sehat?” tanya Jouve Chavis, salah satu peserta kegiatan webinar. Kartini Nainggolan menyarankan agar orangtua memberi kepercayaan pada anak dalam menggunakan internet sekaligus menanamkan pemahaman tentang hal yang baik dan tidak baik serta dampak buruknya jika tidak bijak dalam memanfaatkan internet. “Di sisi lain, setiap aplikasi menyediakan layanan kontrol untuk mencegah internet tidak sehat bagi anak,” terangnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.sibwekreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts