Jakarta, GPriority.co.id – Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen pada 2025-2027. Pertumbuhan ini jauh dari target Presiden Prabowo yang menginginkan adanya peningkatan delapan persen selama masa kepemimpinannya.
Beberapa faktor yang menjadi pengaruh dari penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia antara lain seperti ketidakpastian kebijakan perdagangan global yang mempengaruhi kepercayaan investor serta nilai tukar perdagangan Indonesia. Begitupun dengan penurunan harga komoditas yang memperlambat ekonomi.
Menurut laporan, tingkat produktifitas Indonesia juga menurun dari 2,3 persen menjadi 1,2 persen pada 2024 lalu. Hal ini menunjukkan efisiensi penggunaan sumber daya yang semakin melemah.
Selain itu, Rupiah juga alami pelemahan sebesar 2,3% hingga Maret 2025 lalu. Hal ini disebabkan oleh arus keluar modal asing dan pembayaran utang luar negeri.
Kendati demikian, permintaan domestik tetap kuat serta mendukung kinerja ekonomi yang stabil. Namun Indonesia tetap harus melakukan beberapa hal seperti mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, memperbaiki iklim investasi dan perdagangan agar lebih menarik bagi investor, serta memperkuat sektor keuangan demi meningkatkan daya saing.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengaku tetap optimis jika Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen pada 2025.
Editor: Novita Intan
Foto : Ilustrasi/Dok. ETH Zurich
