Jakarta, GPriority.co.id – Badan Koordinasi Nasional Desa Indonesia (BKNDI) menyebut jika kasus siswa keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG yang belakangan viral, merupakan hoaks semata.
Pihak BKNDI menegaskan bahwa sejumlah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis yang terjadi di beberapa daerah, bukanlah berasal dari dapur resmi yang dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Ketua BKNDI, Isra A Sanaky, insiden tersebut adalah hoaks atau hanya dibuat-buat saja oleh oknum masyarakat yang menjalankan program secara swadaya tanpa koordinasi resmi. Hingga akibatnya menimbulkan keracunan yang keliru dan dikaitkan dengan pemerintah.
Sebelumnya berbagai kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis ramai dilaporkan terjadi di Cianjur, Bombana, dan Karanganyar. Penyebabnya diduga akibat makanan basi atau terkontaminasi bakteri.
Kendati demikian, Isra menyatakan jika dapur-dapur Makan Bergizi Gratis yang berada di bawah koordinasi BKNDI, tidak pernah mengalami insiden serupa dalam lima bulan masa percontohan.
Isra mengatakan, insiden tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tata kelola program dan bukan tanggung jawab Badan Gizi Nasional.
“Ya hoaks itu oknum yang di masyarakat bikin dapur, enggak koordinasi dengan MBG, tahu-tahu ngasih makan orang. Terus keracunan yang disalahin pemerintah. Padahal yang bersangkutan enggak pernah berkoordinasi dengan yang berwewenang,” ucap Isra.
Keracunan MBG Ditangani Sesuai Prosedur SOP
Sebelumnya, saat ada laporan kerancunan Makan Bergizi Gratis di SD Sukoharjo, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi, mengatakan jika kejadian ini ditangani dengan cepat sesuai dengan prosedur operasi standar yang berlaku.
“SOP yang diterapkan dalam program MBG mengharuskan sekolah untuk melaporkan setiap kejadian yang tidak diinginkan kepada Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Makanan tersebut langsung ditarik oleh SPPG dan diganti dengan menu alternatif,” ujar Nasbi seperti dikutip dari ANTARA.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Presiden RI
