Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Unsplash.com
Jakarta, Gpriority.co.id— Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan menggali lebih dalam potensi ekspor Indonesia ke Tiongkok, khususnya komoditas pertanian yang disimpan di gudang sistem resi gudang (SRG).
Hal ini mengemuka dalam pertemuan Bappebti dengan delegasi perdangan rempah kota Yulin, Tiongkok pada Yulin People’s Association for Friendship with Foreign Countris) di Jakarta, Selasa (8/8) lalu.
“Pertemuan ini menjadi salah satu upaya mendorong ekspor remah dari gudang SRG ke pasar global, khususnya Tiongkok, serta meningkatkan implementasi Pasar Lelang Komoditas (PLK) dan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia,” jelas Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita.
Di sisi lain, Wakil Ketua Delegasi Perdagangan Rempah Yulin Sun Rijiun memaparkan tentang perkembangan industri, pertanian, dan perdagangan di kota Yulin, provinsi Guangxi.
Menurutnya, Yulin adalah pusat distribusi, perdagangan, dan pusat referensi harga rempah-rempah terbesar di Tiongkok. Lebih dari dua pertiga rempah-rempah dunia didistribusikan di Yulin serta disebarkan ke seluruh Tiongkok dan Asia Tenggara.
Tiga komoditas terpenting yang menjadi sektor inti industri rempah-rempah di Yulin adalah bunga lawang, kayu manis, dan gaharu.
Tentunya, Yulin banyak mengimpor rempah mulai dari India, Vietnam, Myanmar, dan negara lainnya termasuk Indonesia. Komoditas rempah potensial di Indonesia yang banyak diekspor ke pasar global, antara lain lada, cengkeh, kayu manis, vanili, kapulaga, andaliman, dan pala.
“Volume perdagangan Yulin lebih dari 800 ribu ton tiap tahun. Volume perdagangan terbesar pada 2022 meliputi bunga lawang, lada, jiintan, buah rumput, jahe pasir, kayu manis,” papar Sun.
“Pada 2022, total impor dan ekspor rempah-rempah di Yuln mencapai CNY 10 mliar dan impor rempah-rempah mencapai 97 persen. Impor dilakukan karena kebutuhan rempah-rempah dalam negeri tidak terpenuhi dari kota Yulin sendiri. Seperti lada, jintan, kapulaga, cengkeh, adas pedas, dan cabai kering,” lanjut Sun.
